Lahan yang dipertanyakan warga.
Lahan yang dipertanyakan warga.
sewa motor matic murah dibali

NEGARA, balipuspanews.com- Meski sudah sekitar sebulan pengerjaan parataan lahan di dekat Jembatan Pekutatan berjalan, namun masih banyak warga yang belum mengatahui untuk apa peruntukan lahan itu. Sehingga warga mempertanyakan proyek perataan dan pembangunan pondasi di lahan tersebut karena tidak ada papan pemberitahuan yang dipasang.

Informasi yang didapat, pekerjaan perataan lahan dan pembuatan pondasi itu sudah berlangsung hampir sebulan. Perataan lahan mengunakan itu juga sebelumnya mengunakan alat berat yang digunakan untuk membersihkan areal yang sebelumnya kebun ini. Pohon-pohon yang ada di bantaran Sungai tersebut dibabat dan diratakan menjadi lahan terbuka.

Meskipun telah dilakukan pengerjaan selama hampir sebulan, warga terutama penyanding yang tinggal sudah puluhan tahun di sana tidak mengetahui adanya rencana pekerjaan disana.

Adi salah satu warga yang tinggal di dekat lahan tersebut mengatakan awalnya dibuat jalan masuk ke lahan itu yang mepet dengan rumah warga. Kemudian dilakukan penebangan pohon-pohon di lahan tersebut lalu dilakukan pembangunan pondasi.

“Katanya untuk pembuatan tempat pembuangan sementara (TPS) dari desa namun tidak ada papan proyek dan juga tidak ada pemberitahuan,” ujarnya.

Di lahan yang dibangun ini juga sudah ditempati sejak 1960-an oleh almarhum kakeknya dan turun temurun. Adi juga kaget adanya pembabatan pohon yang sudah bertahun-tahun di lahan yang sudah ditempati sejak 1960-an oleh almarhum kakeknya turun temurun itu.

Nengah Suardana, pemucuk desa di sekitar lokasi, menyampaikan awalnya juga tidak tahu untuk apa lahan di sisi Selatan Jembatan itu diratakan. Namun setelah ditanyakan ke desa dinas, mendapat pemberitahuan akan digunakan untuk Tempat Pengolahan Sampah dari desa.

“Namun belum diketahui pasti. Rencananya besok digelar rapat sosialisasi,” ungkapnya.

Sementara itu Pjs Perbekel Pekutatan, Nyoman Sukesajayasa ketika dikonfirmasi wartawan Rabu (11/9) mengatakan pengerjaan di lahan sebelah selatan jembatan itu untuk TPS dengan menggunakan APBDesa bekerjasama dengan Desa Adat yang dikuatkan dengan MoU. Proyek itu sudah direncanakan tahun 2018 lalu senilai Rp 200 juta dan baru bisa terlaksana tahun ini.

“Perencanaanya sudah tahun lalu dan tahun ini baru dikerjakan,” ujarnya. Namun tidak dijelaskan tidak adanya pemberitahuan ataupun papan nama proyek sejak awal penggarapan proyek di lahan pelaba desa adat itu. (nm/bpn/tim)