Spanduk penolakan warga Desa Samsam yang terpasang dijalan menuju sekolah Poltrada Bali
Spanduk penolakan warga Desa Samsam yang terpasang dijalan menuju sekolah Poltrada Bali

TABANAN, balipuspanews.com – Warga Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan Tabanan dengan tegas menyatakan menolak sekolah Poltrada Bali yang berada di wilayahnya dijadikan tempat karantina ODP covid-19. Hal itu diungkapkan Perbekel Desa Samsam I Dewa Made Sukma Medya, S.Sos., Sabtu (4/4).

Ditemui diruang kerjanya Sukma Medya menyebutkan informasi terkait sekolah Poltrada yang berlokasi di wilayah Banjar Samsam I itu diketahuinya melalui medsos. Ini kemudian diperkuat oleh adanya serombongan tim yang turun langsung ke lokasi untuk melakukan survey.

“Saat tim itu survey ke lokasi, saya sendiri ikut mendampingi,” ungkapnya.

Sukma Medya menambahkan, hingga akhirnya warga Desa Samsam menjadi panik dan cemas oleh rencana tersebut.

Selaku perbekel setempat, ia kemudian memfasilitasi pertemuan para pimpinan dan tokoh didesanya untuk membahas rencana di wilayahnya akan menjadi tempat karantina ODP covid-19.

“Rapat itu kami gelar pada tanggal 26 Maret lalu dan dihadiri oleh bendesa adat, para kepala wilayah/ kelihan dinas, unsur karang taruna, LPM, BPM serta para tokoh masyarakat.

Hasilnya, warga Desa Samsam dengan tegas menolak sekolah Poltrada Bali yang berlokasi di wilayah kami dijadikan sebagai tempat karantina ODP covid-19,” sebutnya.

Senada dengan Sukma Medya, angggota BPD Samsam I Gusti Ketut Ekaputra bersama Ketua BPD Desa Samsam I Gusti Putu Budi Arta, A.Md. Par., SE., menyebutkan bahwa penolakan warga Samsam ini bukan menandakan warga Desa Samsam tidak peduli dengan wabah corona.

Warga Samsam juga bukan berarti tidak memiliki sikap kemanusiaan. Namun, dikarenakan sekolah yang berdiri diatas lahan seluas 8 hektar tersebut sangat dekat dengan pemukiman warga.

“Kami sangat peduli dengan mewabahnya covid-19. Tetapi untuk tempat karantina ODP corona kami harapkan pihak pemerintah terkait mencari tempat yang lebih layak dan lebih representatif serta bukan di sekolah Poltrada Bali yang sangat berdekatan dengan pemukiman warga kami,” tegas Ekaputra dan Budi Arta.

Bahkan Budi Arta menyarankan, pada saat virus corona mewabah seperti sekarang, banyak hotel yang sepi pengunjung Secara fasilitas, hotel tentu lebih terjamin dibandingkan sekolah.

“Saya pikir sangat lebih layak beberapa hotel di Bali dijadikan sebagai tempat karantina ODP,” imbuhnya.

Sekedar catatan, sekolah Poltrada Bali yang berlokasi di Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan ini berdiri diatas lahan seluas delapan hektar. Menurut Sukma Medya, saat ini sekolah Poltrada Bali menampung taruna (siswa, red) dari seluruh Indonesia sebanyak 360 orang. Mereka melakukan staudinya sekaligus menetap sementara (mess) di area sekolah tersebut. (rah/BPN/tim)