Kamis, Mei 23, 2024
BerandaBulelengWarga Tukadmungga Keluhkan Dua Akses Jalan Menuju Pantai Tak Kunjung Diperbaiki

Warga Tukadmungga Keluhkan Dua Akses Jalan Menuju Pantai Tak Kunjung Diperbaiki

BULELENG, balipuspanews.com – Dua ruas jalan menuju pantai di Banjar Dinas Dharma Yasa dan Banjar Dinas Dharma Kerti, Desa Tukadmungga, Kecamatan Buleleng rusak parah. Kerusakan tersebut bahkan sudah berlangsung sejak beberapa bulan setelah proyek Pembangunan Prasarana Pantai di tahun 2023.

Kepala Desa Tukadmungga, Kadek Surya Darmawan menyampaikan dua ruas jalan yang mengalami kerusakan di dua banjar dinas tersebut memiliki panjang total 300 meter dan merupakan akses satu-satunya untuk para nelayan dan pariwisata. Parahnya lagi, jalan di Banjar Dinas Dharma Kerti jika hujan deras tidak bisa diakses lantaran air naik dengan ketinggian hampir selutut orang dewasa lantaran drainase yang ikut rusak.

Selain itu imbas kerusakan jalan juga mengakibat sejumlah wisatawan batal memakai jasa para nelayan untuk menikmati wisata dolphin yang menjadi sumber ekonomi nelayan.

“Kerusakan jalan ini disebabkan adanya proyek penyenderan pantai yang sudah berlangsung tahun 2023 lalu. Bahkan kemarin saya (Perbekel, red) usai pelantikan sudah coba kontak kontraktornya minta ini diperbaiki tapi nyatanya sampai penyerahan tidak ada tindak lanjut,” ungkapnya ditemui Senin (15/4/2024) petang.

BACA :  Bejat! Tiga Pemuda di Jembrana Nekat Gilir Anak Dibawah Umur

Pihaknya pun menyesalkan tindakan tidak bertanggungjawab pihak terkait. Apalagi jika sampai tidak diperbaiki maka tentu akan mengakibatkan desa menggelontorkan dana untuk perbaikan dua akses jalan tersebut yang seharusnya diperuntukkan untuk hal lainnya yang telah diprioritaskan. Ia pun memperkirakan kalkulasi anggaran yang akan dihabiskan untuk memperbaiki kedua jalan bisa menghabiskan sekitar Rp 300 jutaan.

“Selama ini kami bergotong royong untuk membersihkan sisa-sisa proyek, sedangkan jika jalan ini masih tetap tidak diperbaiki kemungkinan kami akan swadaya, sebab jalan ini memang benar-benar akses utama nelayan dan pariwisata. Tapi kami terus berupaya berkomunikasi supaya bagaimana akses jalan ini bisa diperbaiki dan terakhir kami juga sudah bersurat ke Balai Wilayah Sungai Bali – Penida namun tidak ditanggapi,” imbuh dia.

Disisi lain, Ketua KUB Dharma Samudra Ketut Erik Susanto menyebutkan bahwa kerusakan jalan menuju pantai berakibat cukup parah utamanya saat hujan. Sebab jika hujan deras air naik dan sejumlah wisatawan yang biasanya ingin melihat dolphin atau lumba-lumba batal. Kini pihaknya menagih janji dari pihak terkait agar akses jalan utama dan satu-satunya disana supaya diperbaiki.

BACA :  Wali Kota Jaya Negara Pimpin Upacara Harkitnas Ke-116

“Saya dulu ikut pertemuan dengan pihak terkait namun setelah saya tunggu sampai penyerahan kemarin janji perbaikan jalan tidak terlaksana sampai sekarang. Bahkan sempat menghubungi salah satu staf yang bertanggungjawab dengan proyek namun hasilnya nihil. Jujur kami kecewa sebab ini merupakan akses satu-satunya nelayan untuk menyambung hidup atau mencari uang dari pariwisata dan hasil laut,” sebut dia.

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan 

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -
TS Poll - Loading poll ...

Most Popular