Wartawan asal Bali Raih Prestasi Nasional Dikancah Jurnalistik TMMD

Penyerahan hadiah yang berlangsung dari Markas TNI Pusat dan diikuti secara virtual di aula Makodam IX/Udayana, Senin (30/11/2020)
Penyerahan hadiah yang berlangsung dari Markas TNI Pusat dan diikuti secara virtual di aula Makodam IX/Udayana, Senin (30/11/2020)

DENPASAR, balipuspanews.com – Dalam rangka TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-109 tahun 2020, tidak hanya melakukan pengabdian kepada masyarakat dan memperbaiki infrastruktur belaka. Namun, menjadi ajang mengasah kemampuan menulis bagi kalangan jurnalis se-Indonesia.

Seperti yang dialami wartawan media lokal Bali, IGA Astawa Adnyana,34, peraih juara II tingkat Nasional dalam lomba karya jurnalistik yang mengharumkan nama Bali pada umumnya, dan Dandim Badung pada khususnya.

Penyerahan hadiah yang berlangsung dari Markas TNI pusat dan diikuti secara virtual di aula Makodam IX/Udayana, Senin (30/11/2020), dalam ajang karya jurnalistik TMMD 109 ini, peserta diikuti media massa mapun online yang diikuti sekitar 300 ribu lebih dan diikuti media ternama di tanah air.

Astawa sapaannya menuturkan, dalam ajang TMMD kali ini persiapannya sangat singkat. Namun, terkait juara ia tidak berharap banyak mengingat pesertanya tingkat nasional, bahkan diikuti puluhan ribu peserta di tanah air, baik media cetak maupun online.

“Harapan juara tidak ada, hanya bisa pasrah saja, mengingat persertanya nasional,” tuturnya usai menerima penghargaan dan piala yang diserahkan Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Candra Wijaya.

Awalnya ia hanya ingin turut berpartisipasi terkait ikut mempublikasikan kegiatan TMMD tahun 2020 di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar.

“Juara ini merupakan kemenangan seluruh jurnalis di Bali, prestasi ini menjadi motivasi bagi para jurnalis untuk tetap berkarya dan tidak berpuas diri sampai disini saja,” ajaknya memotivasi jurnalis di Bali.

Yang menarik, lanjut Pria jebolan Universitas Merdeka, Malang ini, proses pengetikan sebuah karya jurnalistik kali ini sampai editing yang dilombakan dirinya mengetik menggunakan HP (handphone) nyambi menggendong anaknya yang baru berusia 18 bulan sedang menangis, sementara istri sedang mengandung 5 bulan.

Namun, demi sebuah perjuangan, ia tetap berusaha menyelesaikan tulisan tersebut semaksimal mungkin untuk bisa dikirim dan dilombakan atau dikirim ke pusat.

Selain itu, motivasi mengikuti lomba karya jurnalistik TMMD kali ini, ia tergugah kembali pada masa lalu ketika dirinya duduk di bangku SD. Saat itu, dirinya ingat yang namanya program ABRI (Angkatan Bersenjata Masuk Desa), dimana ketika itu ibu kandungnya ikut menjadi juru masak untuk konsumsi para prajurit di desa Antiga, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem atau kampung halamannya.

Putra sulung dari I Nengah Gunawan dan Ni Luh Sudiasih ini berharap, semoga TNI semakin dekat dengan rakyat, dan lebih sering membuka ruang kreativitas untuk para jurnalis baik di tingkat nasional maupun tingkat Kodam IX/Udayana.

“Kami harapkan kegiatan lomba karya jurnalistik agar diprogramkan tak hanya di tinggkat nasional saja, untuk di daerah juga diadakan memberi kesempatan kepada teman-teman jurnalis di daerah untuk bisa berkreativitas dan saingan sedikit,” harapnya.

Selama enam tahun berkiprah di dunia jurnalis, pada karya jurnalistik yang dilombakan pada TMMD tersebut berjudul “Bedah Rumah Tuntas, Warga Bisa Tidur Pulas,” tersebut mampu mengalahkan pesaingnya dari media kompas media, dengan skor nilai sangat tipis.

Berita kemenangan atau pengumuman juara ini ia mendapat informasi dari Kapenrem Wira Satya, IB Diana. Namun, ketika awal dihubungi ia awalnya tidak percaya atau dikira bercanda. Karena sedikit pun ia tidak menduga berita juara tersebut jatuh pada dirinya. Setelah dipastikan kiriman surat telegram dari Staf Angkatan Darat dari Jakarta baru ia percaya.

Berselang 30 menit kabar gembira tersebut diterima, lanjut Astawa, ucapan selamat dari sahabat se-prosifesinya atau pesaing di Bali pun kian banyak menyampaikan ucapan kesuksesan atas raihan prestasi yang mampu mengharumkan jurnalis di Pulau Dewata di tingkat Nasional.

“Tentu perasaan saya senang, gembira, dan bersyukur tidak menyangka mendapatkan juara di kancah nasional. Sungguh berkah Tuhan dan patut disyukuri,” ungkapnya dengan mata merkaca-kaca.

Ia menyebut, hadiah ini merupakan hadiah bagi buah hatinya yang masih dalam kandungan ibunya. Karena begitu istri sedang mengandung rejeki dari Tuhan tetap mengalir diluar dugaan.

“Semoga anak saya nomor dua nanti, kelak diterima di Akademi Militer (Akmil). Kami percaya ini adalah rejeki buah hati kami. Semoga nanti bisa menjadi abdi negara,” pungkasnya mengakhiri.

PENULIS : Budiarta

EDITOR : Oka Suryawan