Dua Toris asal Bulgaria akhirnya dijebloskan ke sel Mapolres KLungkung.
Dua Toris asal Bulgaria akhirnya dijebloskan ke sel Mapolres KLungkung.
sewa motor matic murah dibali

SEMARAPURA, balipuspanews.com- Berkat kejelian warga dua orang pelaku warga negara asing asal Bulgaria yang berusaha memasang penyadap data nasabah Bank melalui ATM BRI dikawasan Toya Pakeh,Nusa Penida ini berhasil dipergoki warga dan dilimpahkan ke Mapolres KLungkung .

Kepastian pelimpahan kasus dugaan skimming dari Polsek Nusa Penida sekaligus melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap kedua WNA Bulgaria itu dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Klungkung, AKP Mirza Gunawan, Kamis (16/5).

Menurut Mirza Gunawan setelah diperiksa keduanya langsung ditahan dan dijerat dengan UU Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik), dengan ancaman hukuman 6 tahun dan 7 tahun penjara.

Lebih detil disebutkan kedua wisatawan Asal Bulgarian tersebut ,datang langsung dari Bulgaria untuk berlibur ke Bali.

Namun, tujuannya bukan sekadar berlibur, melainkan juga sekaligus untuk berrbuat kejahatan dengan mengawali melakukan survei sejumlah lokasi keberadaan ATM yang sering mendapati turis yang melakukan transaksi di sejumlah ATM, seperti kepulauan Nusa Penida.

Setelah menemukan sasaran di ATM BRI Kampung Toya Pakeh di dekat pelabuhan. Namun, apes , keduanya digelandang warga dalam beraksi ,lantaran belum berhasil melakukan aksinya, keburu dipergoki warga dan menciduknya saat hendak memasang peralatan untuk merekam data elektronik, khususnya dari para turis.

“Saat kami periksa, keduanya mengakui peralatan itu akan digunakan untuk merekam data elektronik yang akan dicuri. Alat-alatnya akan diperiksa lagi di Labfor Polda Bali ,” beber AKP Mirza Gunawan.

Dari kasus percobaan skimming ini, Mirza Gunawan, menegaskan belum ada pihak yang menjadi korban di Nusa Penida. Demikian juga setelah kasusnya terungkap, belum ada pihak yang melaporkan adanya dugaan kasus skimming. Sesuai dengan kronologisnya, kedua WNA Bulgaria ini memang baru berupaya memasang peralatan di ATM di Kampung Toya Pakeh.

Mirza Gunawan sangat mengapresiasi kepedulian warga masyarakat yang care dan kewaspadaan masyarakat yang ikut peduli dengan keamanan lingkungan. Karena saat ini kawasan Nusa Penida selalu menjadi sasaran upaya tindak kejahatan serupa.

Hasil pemeriksaan kedua WNA itu, mereka memang menyasar lingkungan yang mayoritas dihuni turis. Mereka berupaya mencuri data dari turis dari berbagai negara. Itulah yang digarap keduanya, untuk memperoleh keuntungan. Bukan datang ke Nusa Penida untuk sekadar berlibur.

Sejauh ini belum dapat diperkirakan, siapa saja orang dibalik mereka berdua ini. Apakah ada jaringannya,atau mereka berdua bergerak sendiri-sendiri. Demikian juga, apakah ada ATM lain yang sudah menjadi korbannya, belum dapat dipastikan. Sejauh ini, polisi sudah mengamankan sejumlah barang bukti, seperti kabel, rangkaian peralatan untuk merekam data nasabah, laptop, HP dan lainnya.

Keduanya dijerat dengan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE Pasal 30 ayat 1 dan 2 dan Pasal 46 ayat 1 dan 2, dengan ancaman hukuman 6 tahun dan 7 tahun penjara. “Kami juga sampaikan terima kasih kepada masyarakat yang sudah peka terhadap situasi di lingkungannya. Ini harus diapresiasi karena mampu menggagalkan tindak kejahatan yang cukup meresahkan itu,” tutup Mirza Gunawan.

Dari pemberitaan sebelumnya dimana ulah kedua bule Bulgaria tersebut dipergoki pelapor Ahmad fahrozi (24 ) warga Kampung Toya Pakeh ,Nusa Penida tanggal 13 Mei 2019 lalu sekitar pukul 123.30 Wita , dia memergoki perbuatan dua oknum wisatawan asing antara lain Konstantin Zlatkov Ivanov. (24 ) laki laki no pasport 386005415 warganegara bulgaria dan Georgi zhivkov Ivanov ( 25) laki laki no paaport 38515034 warga negara bulagaria, sedang berupaya melakukan penyadapan data nasabah Bank di ATM BRI di Kampung Toya Pakeh,Nusa Penida. Kemudian saksi yang mengetahui kejadian tersebut sahabudin ( 31) warga Kampung Taoya Pakeh,Nusa Penida menyampaikan kejadian tersebut kepada pelapor.

Menurut pelapor dan saksi sudah 3 hari mereka mengintip dari kantornya yang kebetulan jaraknya 10 meter dari mesin ATM milik BRI KLungkung.Karena beberapa hari terakhir pelapor dan saksi melihat 5 orang wisatawan dengan gerak gerik mencurigakan akan menaruh sesuatu pada mesin ATM tersebut.

“Kini keduanya setelah dilakukan pemeriksaan dan cukup bukti akhirnya hari ini Kamis(16/5) dijebloskan ke sel tahanan Mapolres KLungkung,”terang AKP Mirza Gunawan tegas.(Roni/bpn/tim)

Tinggalkan Komentar...