Gubernur Koster
Gubernur Koster

DENPASAR, balipuspanews.com – Gubernur Bali, Wayan Koster akan segera melakukan rapat koordinasi untuk mengatasi merebaknya isu penyakit virus Corona yang berdampak penurunan jumlah wisatawan ke Bali khususnya wisatawan Tiongkok.

“Dalam rangka mempercepat pemulihan kondisi pariwisata Bali, Gubernur Bali akan menyelenggarakan rapat koordinasi dengan menggunakan bupati atau walikota sebali dan para pemangku kepentingan Pariwisata kabupaten atau kota Bali untuk merumuskan proklamasi yang akan diterapkan dalam jangka pendek dan jangka menengah,” kata Kepala Dinas Pariwisata, I Putu Astawa.

Ia. mengatakan jumlah wisatawan Tiongkok yang datang ke Bali merupakan jumlah terbesar kedua (18,2%) setelah wisatawan Australia dari total jumlah kunjungan wisatawan ke Bali sebanyak 6,3 juta titik penurunan wisatawan Tiongkok tersebut sangat dirasakan oleh para pelaku usaha pariwisata seperti Hotel perjalanan wisata wisata pemandu wisata dan pengrajin oleh-oleh Bali.

Penurunan jumlah kunjungan wisatawan Tiongkok juga berdampak langsung terhadap penerimaan pajak hotel dan restoran yang menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD) kabupaten atau kota se Bali terutama kabupaten Badung kota Denpasar Gianyar dan Klungkung lebih jauh penurunan jumlah wisatawan mancanegara ini akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi Bali karena sektor pariwisata memberikan kontribusi lebih dari 50 persen terhadap PDRB provinsi Bali.

Berkenaan dengan dampak negatif yang ditimbulkan akibat merebaknya virus korona tersebut terhadap jumlah wisatawan mancanegara pemerintah pusat telah mengeluarkan kebijakan yang sangat penting dalam membantu pemulihan pariwisata dan perekonomian yaitu pertama pemerintah memberikan tambahan anggaran sebesar Rp.298, 5 miliar untuk insentif airline dan travel agen dalam rangka mendatangkan wisatawan asing ke dalam negeri.

Kedua, untuk wisatawan dalam negeri diberikan sebesar Rp.443,39 Milyar insentif dalam bentuk diskon sebesar 30 persen potongan harga untuk 25 persen seat pesawat yang menuju ke 10 destinasi wisata titik ketiga 10 destinasi pariwisata yang terbesar di 33 kabupaten atau kota tidak dipungut pajak hotel dan restoran (sebesar 10%) selama 6 bulan.

10 destinasi pariwisata tersebut: Danau Toba,Yogyakarta, Malang,Manado,Bali, Mandalika,labuan bajo, Bangka Belitung,Batam, dan Bintan.sebagai gantinya, pemerintah pusat akan memberikan hibah sebesar Rp. 3, 3 triliun kepada 10 destinasi pariwisata; empat, dalam APBN juga tersedia anggaran dana alokasi khusus(dak) fisik pariwisata sebesar Rp.147 Milyar yang akan dikonversi menjadi hibah ke daerah-daerah untuk memacu pariwisatanya.

Terkait kebijakan tersebut, atas nama pemerintah provinsi Bali bersama pemangku kepariwisataan dan seluruh masyarakat Bali menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada pemerintah pusat atas kebijakan yang telah diambil untuk mengatasi dampak penyakit virus Corona terhadap perekonomian Bali.(rls/BPN/tim)