Senin, Juni 24, 2024
BerandaNewsWorking Class Heritage 2024: Diskusi Publik “Hak Berkebudayaan dan Perjuangan Kelas Pekerja” 

Working Class Heritage 2024: Diskusi Publik “Hak Berkebudayaan dan Perjuangan Kelas Pekerja” 

JAKARTA, balipuspanews.com – Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) mengadakan diskusi interaktif dengan tema “Hak Berkebudayaan dan Perjuangan Kelas Pekerja” di Clay Café, Rawamangun, Jakarta, pada Kamis (23/5/2024).

Ketua Umum Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Ilhamsyah mengatakan d<span;>iskusi tersebut bertujuan memahami masalah atau isu terkait hak berkebudayaan dalam gerakan kelas pekerja.

“Di sini terdapat sejumlah upaya mengidentifikasi ruang kesempatan yang dapat mendorong perjuangan kelas pekerja di ranah kebudayaan dan ketersambungannya dengan politik negara. Karenanya, pengorganisasian kelas pekerja demi hak berkebudayaan menjadi penting dan berkemungkinan menggalang beragam sektor kelas pekerja,” ucapnya.

Menurut Ilhamsyah, dengan adanya ruang diskusi ini diharapkan tumbuh pemahaman akan arti penting hak berkebudayaan bagi kelas pekerja. Dalam perjuangan untuk mencapai kesejahteraan bagi kelas pekerja, sering kali fokus utama diberikan pada isu-isu ekonomi dan politik, seperti upah, kondisi kerja, dan hak-hak pekerja. Namun, pentingnya hak berkebudayaan tidak boleh diabaikan.

“Hak berkebudayaan adalah hak asasi manusia yang penting dalam memastikan keberadaan kelas pekerja sebagai yang berhak mendapatkan kesejahteraan komprehensif,” ujarnya.

BACA :  Masih Ada Stunting di Bali, Persadha Nusantara Siap Berkontribusi Nyata

Hal ini mengingat kesadaran kelas pekerja sendiri sudah mampu bertoleransi terhadap mereka yang berasal dari ragam latar belakang budaya, etnis, dan agama, termasuk pengakuan dan penghormatan terhadap tradisi, bahasa, dan kepercayaan budaya dari berbagai kelompok pekerja. Pengakuan terhadap identitas budaya mendorong rasa kebanggaan dan martabat, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis kelas pekerja. Saat identitas kultural dihargai, pekerja merasa lebih termotivasi untuk berpartisipasi dalam perjuangan bersama untuk kesejahteraan.

Praktek kebudayaaan oleh kelas pekerja mendukung pembangunan solidaritas yang kuat dan berkelanjutan. Seni dan ekspresi budaya adalah alat penting dalam menggalang dukungan dan mengkomunikasikan pesan dalam perjuangan kelas pekerja. Melalui partisipasi dalam kegiatan budaya bersama, kelas pekerja dapat
membangun hubungan sosial yang lebih dalam, meningkatkan identitas bersama, dan saling mendukung dalam perjuangan mereka. Pembangunan solidaritas yang kuat adalah aspek penting dari kesejahteraan yang sebenarnya, karena membantu individu dan kelompok untuk mengatasi tantangan bersama dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Selain itu yang tidak kalah pentingnya, Hak berkebudayaan juga mencakup akses yang adil terhadap pendidikan dan pengetahuan budaya. Ini penting dalam meningkatkan kualitas hidup dan pemberdayaan kelas pekerja. Pendidikan budaya memungkinkan pekerja untuk memahami sejarah mereka, menganalisis realitas sosial mereka, dan mengembangkan kesadaran kelas yang kuat. Hal ini penting dalam memberdayakan kelas pekerja untuk menjadi bagian dari kehidupan budaya dan sosial masyarakat secara keseluruhan.

BACA :  Tampil Sebagai Duta Kabupaten Badung di PKB XLVI, Wabup Ketut Suiasa Apresiasi Sekaa Gong Dewa Ayu Jimbaran

Penulis/editor: Ivan Iskandaria.

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular