Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

TABANAN, Balipuspanews.com – Dewasa ini, berbagai tuntutan hidup menjadikan tidak sedikit orang tua sibuk dan kehilangan waktu mengurus anak-anaknya. Dampaknya, anak-anak kurang perhatian, termasuk perhatian terhadap perkembangan mentalnya. Hal tersebut diungkapkan oleh seorang seorang psikiater I GNB. Mahayasa, Sp.Kj.

Ditemui diruang kerjanya di Badan Rumah Sakit Umum Tabanan, Sabtu (9/2), Mahayasa mengatakan bahwa perlakuan terhadap anak dimasa kecilnya sangat berpengaruh terhadap masa-masa selanjutnya. Artinya, ketika ingin mewujudkan generasi yang cerdas dan berkwalitas, maka proses itu harus dilakukan sejak dini.

Terhadap harapan terwujudnya generasi masa depan yang cerdas dan berkwalitas tadi serta melihat kondisi riil saat ini banyaknya orang tua yang disibukkan dengan berbagai urusannya, Mahayasa terpanggil untuk mendirikan sebuah rumah tempat penitipan anak (TPA) Taman Bahagia.

“Pilihan nama Taman Bahagia ini untuk mengenang kembali dikenalnya Taman Bahagia (TMP Pancakatirta) yang memang berdekatan dengan lokasi TPA kami,” ungkapnya.

Lalu apa kelebihan TPA yang akan mulai beroperasi pada bulan April yang akan datang tersebut?

Penggemar mobil tua ini menjelaskan, anak yang akan dititipkan disini sejak awal ditanamkan dekat dengan alam dan budaya. Khusus pendekatan terhadap alam ini, dikarenakan Mahayasa melihat banyaknya keluarga muda yang tinggal di komplek perumahan dengan ruang gerak dan halaman yang relatif sempit. Sementara TPA rintisannya yang berlokasi persis di timur Saraswati Tabanan ini memiliki halaman yang luas dan cukup asri.

“Halaman yang sempit tentu sangat membatasi ruang gerak anak,” sebutnya.

Kesehatan anak juga menjadi prioritas penting bagi Mahayasa. Sehingga pemeriksaan kesehatan anak juga menjadi salah satu pelayanan wajib secara berkala dari TPA Taman Bahagia.

Mahayasa menambahkan, tujuan pemeriksaan kesehatan ini juga menjadi salah satu caranya untuk membiasakan anak dekat dengan dokter. Mengingat tidak sedikit anak yang terkesan takut dengan sosok dokter.

TPA Taman Bahagia ini juga memberikan anak asuhnya pendekatan terhadap budaya. Terutama penanaman etika dan moral. Khususnya menanamkan rasa bhakti dan hormat kepada orang tuanya.

Selain itu, untuk menyatukan tujuan dari keberadaan TPA ini dengan harapan para orang tua, secara berkala pihak pengelola, pengasuh anak dan orang tua akan duduk bersama untuk mengetahui perkembangan anak yang diasuh.

Lebih jauh lagi Ketua DPC BMI Tabanan ini mengatakan bahwa anak-anak harus tetap diberikan ruang luas untuk bermain. Sehingga TPA ini juga tetap mengedepankan permainan, khususnya permainan yang mampu mengembangkan kecerdasan anak.

“Sekali lagi, karena TPA kami berkonsep alam, anak yang dititip disini lebih banyak diajak dihalaman atau ditaman dengan pola pengasuh bercerita,” tegasnya.

“Sementara untuk menjaga kualitas asuh, TPA kami dalam operasinya hanya menerima anak asuh maksimal 20 orang,” pungkasnya. (rah/bpn/tim)

Advertisement
Loading...