KARANGASEM, balipuspanews.com – Memperingati Hari Keluarga Nasional ke-28 Tahun dan menuju keluarga Sukhinah Bhawantu, Pemkot Denpasar melalui Dinas P3AP2KB dan WHDI Kota Denpasar bersinergi dengan Yayasan Sarwa Sukhinah Bhawantu menggelar Konseling Pra Perkawinan kepada 12 pasang calon pengantin di Samsara Living Museum Karangasem Bali.
Kegiatan berlangsung mulai 25-27 Juni ini dibuka secara langsung Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI I Gusti Ayu Bintang Darmawati, S.E, M.Si secara daring.
Acara ini juga diikuti Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama Tri Handoko Seto secara daring dan secara offline oleh Ketua WHDI Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara bersama Wakil Ketua WHDI Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa.
Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang Darmawati, S.E, M.Si dalam sambutannya secara daring mengaku bangga atas dedikasi dan kesadaran para peserta untuk ikut konseling pra perkawinan ini.
Karena konseling pra perkawinan merupakan persiapan awal, baik secara mental maupun materil. Mengingat perkawinan berkualitas akan membentuk keluarga yang Sukhinah Bhawantu yaitu keluarga bahagia sejahtera, yang merupakan pondasi awal dari terlahirnya anak anak yang suputra.
“Anak-anak mendapatkan haknya secara penuh, memproleh hak hidup serta tumbuh kembang yang baik memproleh perlindungan yang optimal hingga memberikan ruang bagi anak untuk berpartisipasi dalam keluarga maupun masyarakat,” ungkap Bintang Puspayoga.
Lebih lanjut Bintang Puspayoga mengharapkan, konseling pra perkawinan ini menjadi jawaban perkawinan anak, menurunkan angka perceraian dan kekerasan dalam rumah tangga khususnya di Kota Denpasar.
Melalui konseling ini juga diharapkan menjadi langkah-langkah preventif, efektif untuk membentengi calon calon orang tua untuk saling mendukung, saling menguatkan dan saling menjaga satu sama lain.
Inilah momentum yang baik bagi adik-adik peserta untuk mengisi diri dengan menguatkan dan saling menjaga satu sama yang lain.
Karena bagaimanapun perkawinan merupakan ikatan sakral sebagai suami istri karena telah disahkan dihadapan Tuhan dan hukum.
Ketua WHDI Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara mengatakan, konseling Pra Perkawinan ini merupakan praktek langsung yang diberikan kepada calon pengantin.
Dimana sebelumnya telah diberikan materi dan pemahaman kesehatan reproduksi stunting dan membuat kuangen serta canang sari kepada calon penganten di Gedung Santi Graha Denpasar pada tanggal 12 hingga 20 Juni kemarin.
Menurut Sagung Antari, perkawinan itu tidak dimulai dari praweding dan berakhir di pesta. Namun perkawinan itu baru dimulai setelah para undangan pulang atau pesta berakhir.
“Untuk itu kami mengucapkan terima kasih banyak kepada peserta menjadi pionir-pionir dalam mewujudkan mimpi mimpi keluarga sejahtera dan bahagia,” kata Sagung Antari.
Setelah acara ini selesai Sagung Antari mengharapkan peserta membuat testimoni apakah kegiatan ini berdampak positif atau tidak.
“Semoga apa yang diberikan disini bisa bermanfaat. Untuk itu saya harapkan peserta untuk menekuni dan mengikuti sampai hari terakhir acara,” harapnya.
Ketua Yayasan Sarwa Sukhinah Bhawantu, Dr. IDa Ayu Alit Maharatni S.P.Si, M.Si mengatakan, kegiatan ini dilakukan di yayasan ini karena ditempat ini ada proses dari lahir hingga atmawedanta.
Siklus itu harus dialami, namun sebelum kelahiran pasti di awali dengan perkawinan. Sebelum melangsungkan perkawinan harus mempersiapkan diri dengan baik salah satunya dengan kegiatan konseling pra perkawinan ini.
Maharatni menuturkan kegiatan ini diikuti 12 pasang calon penganten dari Kota Denpasar. Materi yang diberikan ada lima yakni tentang agama, hukum, psikologi, kesehatan reproduksi dan finansial. Selain itu peserta juga praktek langsung cara memasak dan membersihkan rumah atau bale.
Penulis : Gde Candra
Editor : Oka Suryawan



