28.8 C
Denpasar
04/08/2021, 5:36 PM
NewsEdukasiWujudkan Perlindungan Khusus Anak, Kemen PPPA Apresiasi LPKA

Wujudkan Perlindungan Khusus Anak, Kemen PPPA Apresiasi LPKA

balipuspanews google news

JAKARTA, balipuspanews.com – Sebagai upaya mewujudkan perlindungan anak terutama bagi Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mengapresiasi peran serta Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) yang berperan langsung dalam mengupayakan perlindungan dan pengembangan anak-anak binaannya.

Dalam rangka rangkaian peringatan Hak Anak Nasional (HAN) 2021, Kemen PPPA menyelenggarakan kegiatan Webinar Mendengar Suara Anak Didik LPKA Seluruh Indonesia, serta memberikan apresiasi kepada enam LPKA yang telah ikut berkontribusi.

“Undang-undang Perlindungan Anak menyebutkan bahwa penyelenggaraan perlindungan anak yang mencakup hak-hak dasar anak, merupakan tanggung jawab bersama antara Negara, Pemerintah, Pemerintah Daerah, masyarakat, serta orang tua maupun wali. Hak tersebut wajib dipenuhi tanpa terkecuali, termasuk kepada anak-anak yang berhadapan dengan hukum. Oleh sebab itu, saya mengajak berbagai pihak termaksud seluruh unsur yang menjalankan LPKA, orang tua, dan wali, untuk berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang ramah anak,” jelas Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga dalam keterangannya, Minggu (18/7).

Menteri Bintang menambahkan, sinergi adalah kata kunci dalam upaya pemenuhan hak-hak anak, termasuk hak anak yang behadapan dengan hukum yang ada dalam LPKA.

Pemberian penghargaan dilihat berdasarkan kontribusi yang telah dilakukan LPKA guna mewujudkan kepentingan terbaik bagi anak. Beberapa contoh kegiatan yang dilaksanakan, diantaranya; memberikan pendidikan bagi anak-anak yang putus sekolah, memfasilitasi keterampilan kewirausahaan, menyediakan kesempatan penyaluran kreativitas, memfasilitasi program konseling dan kerohanian, dan program-program lainnya.

Adapun apresiasi yang diberikan oleh Kemen PPPA kepada enam LPKA yang mendapatkan predikat Ramah Anak, diantaranya:
(1) LPKA Kelas 2 Maros;
(2) LPKA Kelas 2 Banda Aceh;
(3) LPKA Kelas 1 Martapura;
(4) LPKA Kelas 2 Ternate;
(5) LPKA Kelas 2 Tangerang;
(6) dan LPKA Kelas 2 Lombok Tengah.

Menteri Bintang juga mengapresiasi Kementerian/Lembaga (K/L) dan pemerintah daerah dalam upaya pemenuhan dan perlindungan yang telah dilakukan bagi Anak yang Berhadapan dengan Hukum. Diharapkan upaya pendampingan, pembinaan keterampilan, pendidikan, kesehatan dan pemenuhan identitas dapat terus terlaksana dengan baik.

“Saya mengapresiasi Bapak Menteri Hukum dan HAM melalui Direktorat Jendral Pemasyarakatan yang telah menjadi salah satu leading sector dalam pelaksanaan Sistem Peradilan Pidana Anak dengan kebijakan ramah anak, utamanya terkait layanan-layanan dalam memenuhi hak-hak anak,” tutur Menteri Bintang.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna Laoly juga menekankan pentingnya transformasi penanganan terhadap Anak Berhadapan dengan Hukum dilaksanakan, sebagai upaya menyiapkan generasi mendatang.

“Pelaksanaan pemberian pelayanan, perlindungan, pembimbingan, pembinaan, dan pendidikan, serta perawatan yang diberikan saat proses peradilan, serta penempatan anak di LPKA adalah dalam rangka membina anak agar menjadi manusia yang berguna dan dapat bertanggung jawab untuk dirinya sendiri di tengah kehidupan bermasyarakat. Pada sisi inilah peran dan fungsi petugas LPKA harus sesuai dengan prinsip-prinsip Pemasyarakatan, dengan tetap pengedepankan kepentingan terbaik anak,” jelas Menteri Yasonna.

Menteri Yasonna menambahkan, Kementerian Hukum dan Ham (Kemenhumham) yang mengampu penanganan anak berhadapan dengan hukum di sejumlah LPKA akan terus bersinergi dengan K/L lainnya dalam memberikan komitmen untuk menangani ABH. Melalui kerja yang telah dilakukan, diharapkan pihaknya bersama-sama dapat memberikan perlindungan dan pemenuhan terhadap hak anak selama berada di LPKA.

Dalam kesempatan tersebut pula anak-anak binaan dari LPKA berbagai daerah di Indonesia turut mengungkapkan harapan-harapan mereka kepada pemerintah untuk dapat memperhatikan kebutuhan mereka selama tinggal di LPKA maupun setelah keluar nanti.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Pendidikan Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Riset Teknologi (Kemendikbud Ristek), Jumeri menegaskan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan termaksud diantaranya Anak yang Berhadapan dengan Hukum.

“Pemerintah melalui Kemendikbud Ristek telah menyediakan program-program untuk anak binaan LPKA. Melalui pendidikan formal, anak-anak binaan dapat mengikuti kegiatan sekolah formalnya. Sedangkan melalui non-formal dapat mengikuti PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) yang ada di masyarakat atau yang ada di LPKA. Serta, terdapat pula layanan pendidikan di LPKA berupa kursus bahasa, komputer, kerajinan seni dan pengembangan lainnya sebagai bekal anak setelah keluar dari LPKA,” ungkap Jumeri.

Senada dengan itu, Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kartini Rustandi menekankan pentingnya menerapkan 3M (menjaga jarak, menggunakan masker, dan mencuci tangan) di kawasan LPKA. Kartini juga mengungkapkan pihaknya akan mempertimbangkan masukan dari anak-anak LPKA yang menyuarakan kebutuhan vaksinasi bagi warga binaan LPKA.

Dari sisi pemenuhan hak anak dalam pencatatan sipil, Direktur Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Handayani Ningrum mengungkapkan bahwa Dukcapil akan memfasilitasi kebutuhan anak-anak binaan di LPKA dalam mengurus kebutuhan administrasif penduduk seperti akta kelahiran, kartu identitas anak, kartu tanda penduduk dan kebutuhan lainnya melalui fasilitas jemput bola ke lembaga bersangkutan.

Faktor lain yang perlu diperhatikan dalam perlindungan Anak yang Berhadapan dengan Hukum, adalah proses reintegrasi sosial ketika anak binaan telah dikembalikan ke lingkungan asalnya. Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Kementerian Sosial (Kemensos), Kanya Eka Santi mengungkapkan pentingnya proses pendampingan dan monitoring dilakukan, sehingga anak dapat lebih tenang ketika dikembalikan ke lingkungan asal dan tidak mendapatkan stigma dari masyarakat.

Sebagai upaya perlindungan anak, Deputi Perlindungan Khusus Anak Kemen PPPA, Nahar mengingatkan empat pihak yang turut bertanggung jawab dan harus saling bekerja sama. Pertama, tekad anak itu sendiri untuk mengubah takdirnya. Kedua, orang tua atau wali dalam lembaga pembinaan untuk memberikan pengasuhan. Ketiga, peran serta masyarakat dalam mengupayakan rehabilitasi dan reintegrasi sosial. Terakhir, pemerintah pusat dan daerah yang harus terus memperkuat sistem dan memberikan pendampingan bagi anak, orang tua, dan seluruh elemen masyarakat yang membutuhkan.

Penulis/editor: Ivan Iskandaria.

- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisment -
Balipuspanews TV
Video thumbnail
Pemberlakuan PPKM, Pedagang dari Luar Karangasem Sementara Dilarang Berjualan di Pasar Tradisional
01:55
Video thumbnail
Kemunculan Seekor Buaya Muara di Sungai Sangsang Lebih Gegerkan Warga
03:59
Video thumbnail
Alat Berat Hingga Senderan Tersapu Aliran Banjir di Tukad Janga
01:48
Video thumbnail
Bea Cukai Musnahkan Barang Bukti Hasil Sitaan Senilai Rp 83,2 Juta
02:02
Video thumbnail
BNNP Bali Gagalkan Penyelundupan 44 Kg Ganja Kering ke Bali
02:03
Video thumbnail
Air Sungai Candi Gara Meluap, Puluhan Rumah Warga di Desa Kusamba Terendam Banjir
02:49
Video thumbnail
Knalpot Brong Dilarang, Polantas Datangi Bengkel Modifikasi
02:19
Video thumbnail
Bersihkan Saluran Irigasi, Pria Asal Desa Nongan Ini Tewas Tertimpa Pohon Dapdap
01:32
Video thumbnail
Sampai Awal Juni Sudah 154 749 Warga Karangasem Divaksinasi Covid 19
01:56
Video thumbnail
40 Pegawai Dinas PUPR Karangasem Menjalani Tes Urine
01:54
Video thumbnail
Hendak Keluar Beli Makan, Seorang Warga di Desa Tista Temukan Mayat Bayi
01:48
Video thumbnail
Hilang Empat Hari, Pemancing Asal Banyuwangi Ini Ditemukan Tak Bernyawa
01:56
Video thumbnail
Harga Bahan Naik, Pengusaha Tahu dan Tempe di Buleleng Kebingungan Berproduksi
03:30
Video thumbnail
Melihat Warga Desa Abang, Karangasem Berburu Ulat Gayas yang Kaya Protein
02:37
Video thumbnail
Ciptakan Sungai Bersih, Kawasan Sungai Taman Pancing Dilengkapi Trash Walker
02:28
Video thumbnail
TPS Sadu Sumerta Kaja Ubah Sampah Jadi Pellet Pembangkit Listrik
03:31
Video thumbnail
Lomba Baleganjur se Bali, Diharapkan Generasi Muda Tetap Berkarya
02:30
Video thumbnail
Jaga Kelestarian, 54 Ekor Jalak Bali Dilepas Liarkan
02:45
Video thumbnail
Hidupkan Kewirausahaan, PKK Desa Batununggul, Nusa Penida Produksi Dupa
02:08
Video thumbnail
Libur Idul Fitri, Pantai Sanur Tetap Jadi Destinasi Favorit Dikunjungi Wisdom
03:41
Video thumbnail
912 Peserta Ikuti Pameran Bonsaidi Alun-alun Kota Gianyar
05:38
Video thumbnail
Pedagang Sudah Pindah, Aktivitas Pasar Banyuasri Telah Dijadwalkan
02:35
Video thumbnail
Longsor di Dua Desa Wilayah Kecamatan Sawan, Kerugian Diperkirakan Ratusan Juta
02:30
Video thumbnail
Putu Supadma Rudana, MBA Mengajak Seluruh Masyarakat untuk Selalu Menerapkan 3M
02:35
Video thumbnail
Pedoman Perayaan Tahun Baru
00:54
Video thumbnail
Strategi Museum Rudana Menjaga Eksistensinya di Tengah Pandemi | Talkshow
44:25
Video thumbnail
Tempat Karaoke Terapkan Prokes, Sterilkan Microphone dengan Mesin Laser
03:13
Video thumbnail
Kebiasaan Baru yang Diterapkan Ketika ke Museum
01:03
Video thumbnail
Ketua Komisi IVDPRD Tabanan I Gusti Komang Wastana,S.Pd Mengajak Masyarakat Disiplin Terapkan Prokes
01:52
Video thumbnail
Kembali Gerebek Desa, Polsek Mengwi Lakukan Penyemprotan Disinfektan Dengan Mobil Water Canon
01:59
Video thumbnail
Tips Solo Travelling di Masa Pandemi
01:17
Video thumbnail
Situasi Ubud Menjelang Tahun Baru 2021
13:36
Video thumbnail
Polsek Selemadeg Barat Semprotkan Disinfektan di Rumah Warga yang Terpapar Covid-19
02:04
Video thumbnail
Tips Aman Menerima Paket di Masa Pandemi
00:42
Video thumbnail
Polres Badung Gelar Aksi Gerebek Desa, Cegah Penyebaran Covid-19
03:23
Video thumbnail
#ingatpesanibu Selalu Menerapkan 3M
00:36
Video thumbnail
Rencana Pembelajaran Tatap Muka Tahun 2021 di Kabupaten Tabanan | Talkshow
19:20
Video thumbnail
Tips Liburan Bersama Keluarga di Masa Pandemi
01:21
Video thumbnail
Minim Kasus Covid 19, Desa Kuwum Dinobatkan Sebagai Desa Tangguh Dewata Oleh Polres Badung
02:39
Video thumbnail
2 Cafe di Tabanan Tak Lengkapi Sarana Prokes,Tim Gabungan Sosialisasi SE Gubernur & Maklumat Kapolri
02:43
Video thumbnail
Tips Ketika Keluar Rumah di Masa Pandemi
01:11
Video thumbnail
Dalam Sehari Tim Yustisi Jaring 143 Pelanggar di Bangli
02:46
Video thumbnail
Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Anak Bermain di Taman Bermain
01:03
Video thumbnail
Aman Shopping ke Level 21 Mall di Tengah Pandemi Covid-19 | Talkshow
20:01
Video thumbnail
Hal-hal yang Harus Diperhatikan Ketika Berbelanja di Mall
00:47
Video thumbnail
Etika Bersin yang Benar
00:45
Video thumbnail
Nak Ubud Gelar Pasar Kaget, Sebagian Hasil Penjualan Didonasikan Bagi yang Terdampak Covid 19
03:03
Video thumbnail
Tips Aman ke Bank di Masa Pandemi
01:00
Video thumbnail
Beri Kenyamanan Pengunjung, Objek Wisata Taman Nusa Terapkan Prokes Covid-19 | Talkshow
27:17
Video thumbnail
Sidak Masker di Padangsambian Kaja Denpasar, 20 Pelanggar Terjaring
04:10
Member of