Kunjungan kerja ke Dinas Kebersihan Surabaya
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Surabaya, balipuspanews. com – Untuk mewujudkan visi dan misi Bupati Made Mahayastra dan wakilnya Anak Agung Gde Mayun (AMAN) salah satunya penataan Kota Gianyar, Dinas Komunikasi, Informatika (Kominfo) Gianyar, menggandeng Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), belajar penataan taman ke Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Kota Surabaya, pada Selasa (6/11).

Rombongan Kominfo dan PUPR, yang dipimpin Kabid Kominfo, Anak Agung Geria dan Kabid Pertamanan PUPR, I Wayan Jati, diterima oleh Kabid RTH dan PJO, Hendri Sugianto.

“Kami punya Bupati dan Wakil Bupati baru. Dalam visi beliau, menjadikan kota Gianyar yang indah seperti Surabaya. Maka kami menggandeng PUPR,” ujar Agung Geria.

Kedatangan ke Surabaya untuk belajar dan mencari tahu, bagaimana penataan taman dilakukan oleh Pemkot Surabaya. “Kami berharap mendapat jawaban disini,” ungkapnya.

Kabid Pertamanan PUPR, I Wayan Jati, mengaku pemerintahan Gianyar saat ini konsen dengan lingkungan dan menata kota.

“Maka selaku staf, untuk menjabarkan, kami ke Surabaya melihat lebih jauh, pertamanan di kota Surabaya yang sudah terkenal,” jelasnya.

Diakui Jati, PUPR ini merupakan gabungan dinas yang baru berusia 2 tahun. “Kami baru bergabung dari DKP ke PUPR sejak 2 tahun lalu. Disamping sarana dan prasarana kami yang minim,” jelasnya.

Pihaknya juga sekalian menanyakan mengenai solusi dari permasalahan yang terjadi di Gianyar.

“Contohnya, median jalan bukan milik pemerintah. Bagaimana cara pengelolaannya?,” ujarnya.

Tidak hanya itu, ada pohon perindang jalan mengganggu fasilitas umum.

“Akar mencungkil bangunan dan daun menghalangi rambu lalu lintas. Bagaimana kiat-kiatnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Kabid RTH dan PJO, Hendri Sugianto, mengaku penataan taman ini memerlukan proses.

“Awalnya saat tanam pernah hilang, tapi tanam lagi, kami sabar,” ujarnya.

Lambat laun, masyarakat mulai sadar jika taman menjadi kebutuhan. “Tiap Minggu tidak perlu ke Malang, cukup liburan di Surabaya,” jelasnya.

Sampai saat ini, Surabaya memiliki taman pasif berupa pelestarian sebanyak 282. Lalu taman aktif sebanyak 110. “Luas taman aktif minimal 500 M2 terluas 60 ha,” terangnya.

Dalam penanganannya, pengelolaan taman di bagi menjadi 5 rayon, yakni rayon Surabaya Pusat; Timur; Utara dan Selatan.

“Masing-masing rayon ada kepala dengan pasukan 80-90 orang,” ungkapnya.
Untuk mengatur taman ini, Surabaya memiliki 7 Perda mengenai ruang terbuka hijau dan perlindungan tanaman dilindungi.

“Untuk anggaran ada CSR dari perusahaan dan perbankan,” ungkapnya.

Adapun para pekerjanya mulai beraktivitas mulai pukul 06.00 dengan cara didrop ke lapangan, lalu tenaga rayon itu dipulangkan pukul 15.00.

“Kami dibekali hanky talky, dipantau langsung walikota,” ungkapnya.

Mengenai perawatan, pihaknya berharap merawat setiap hari. “Menanam kami setiap hari dan menyiram 2-3 kali. Itu harus dikerjakan dengan tulus. Juga ada monitoring,” jelasnya.

Usai pertemuan, dilakukan penyerahan cinderamata oleh Dinas Kominfo Gianyar kepada tuan rumah dari Dinas Kebersihan dan RTH Surabaya. (art/bpn/tim)

Advertisement

Tinggalkan Komentar...