Ketua Yayasan Lingga Gana I Gusti Made Suteja belum lama ini, usai diterima audiensi oleh Wakil Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE.,MM
Ketua Yayasan Lingga Gana I Gusti Made Suteja belum lama ini, usai diterima audiensi oleh Wakil Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE.,MM
sewa motor matic murah dibali

TABANAN, balipuspanews.com – Penyelenggaraan yadnya secara massal atau kolektif dalam era kekinian atau jaman now dipandang penting dan sangat membantu umat.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Yayasan Lingga Gana I Gusti Made Suteja belum lama ini, usai diterima audiensi oleh Wakil Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE.,MM.

Kepada awak media ini Suteja menyebutkan bahwa ditengah berbagai kebutuhan ekonomi dewasa ini, tidak sedikit umat Hindu di Bali tidak mampu menggelar yadnya secara individual. Khususnya untuk pitra yadnya dan manusa yadnya.

Sementara pada sisi yang lain, oleh karena gengsi atau alasan tertentu dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan sebagian umat terkesan memaksa diri menggelar yadnya secara individual yang terkesan jor-joran, misalnya untuk menggelar yadnya ngamen.

Mirisnya lanjut Suteja, untuk menggelar yadnya secara individual ini, karena ekonominya yang pas-pasan terpaksa atau bahkan memaksa diri diawali dengan menjual tanah warisan leluhurnya. Sehingga hal ini berdampak semakin banyaknya tanah Bali yang terjual.

“Jika kondisi tersebut terus terjadi, maka cepat atau lambat tanah Bali akan habis, manusia Bali semakin terdesak oleh deras masuknya pendatang. Sementara yadnya merupakan kewajiban dan wajib digelar,” sebutnya.

Terhadap kondisi tersebut Mariarta melihat bahwa solusi untuk mewujudkan yadnya yang murah adalah dengan menggelar yadnya secara massal.

Menurutnya yadnya yang digelar secara kolektif mampu menjawab persoalan besarnya biaya yadnya. Selain juga sangat efektif dari sisi waktu dan tenaga serta tidak akan mengurangi makna dan esensi yadnya yang digelar.

Sebagai Ketua Yayasan Lingga Gana Mariarta mengatakan bahwa bertujuan untuk membantu umat khususnya dalam menjawab besarnya biaya yadnya, yayasan ini sering mengadakan kegiatan yadnya massal. Seperti tiga bulanan, panglukatan, pawintenan dan yadnya lainnya.

“Tanggal 9 September 2019 yang akan kami juga akan kembali menggelar kegiatan manusa yadnya berupa tiga bulanan massal,” imbuhnya.

Mariarta menjelaskan, kegiatan ini merupakan sebuah bentuk pelayanan pasraman dan yayasan Lingga Gana yang juga bekerja sama dengan media balipuspanews.com. Iapun mengundang seluruh semeton Bali khususnya semeton Tabanan yang putra-putrinya belum diupacarai tiga bulanan bisa ikut dalam kegiatan yang akan digelarnya.

“Kami sudah membentuk panitia. Untuk kejelasan lebih lanjut peserta bisa menghubungi panitia,” tutupnya. (rah/bpn/tim)