Yasa Aniaya Nenek Pica Dipicu Teriakan “Leak”

Tersangka Yasa (orange) digelandang ke Mapolres Buleleng.

SINGARAJA, balipuspanews.com — Ketut Yasa (24) terpaksa berurusan dengan aparat kepolisian lantaran terbukti melakukan penganiayaan terhadap seorang nenek bernama Ketut Pica (60) tinggal di Banjar Dinas Sembung, Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Senin (9/12). Tersangka Yasa mengaku tersinggung saat ditegur oleh korban nenek Pica.

 

Seizin Kapolres Buleleng, Kapolsek Tejakula AKP Nyoman Adika mengungkapkan, kejadian berawal saat  nenek Pica sedang santai dirumahnya. Secara tiba-tiba korban mendengar suara dengan nada menantang meneriakkan kata-kata leak.

 

Nah, mendengar teriakan itu, korban langsung mencari tahu keluar rumah yang berjarak tak jauh dari tempatnya. Diketahui Yasa berteriak dengan kata-kata leak.

 

Nenek Pica lalu menghampiri Yasa  bermaksud menegur agar tidak menuduh sembarangan. Namun, Yasa saat ditegur justru naik pitam dan langsung memasuki pekarangan rumah sang nenek.

 

“Nenek Pica dihajar dengan cara menendang menggunakan kaki kanan hingga nenek ini pun oleng dan terjembab di sebuah pohon. Masih emosi, Tersangka Yasa menyambung dengan menghantam lagi,” ungkap Kapolsek Adika, Jumat (13/12).

 

Imbuh Kapolsek Adika, beruntung sang nenek ditolong dua tetangganya. Mereka kemudian bergegas membangunkan nenek Pica. Tak terima mendapat perlakuan itu, korban nenek Pica pun melaporkan peristiwa itu ke Mapolsek Tejakula.

 

“Hasil visum, korban mengalami luka lecet pada bagian punggung dan merasakan sakit pada bagian pinggang,” terangnya.

 

Apakah ada motif sentimen pribadi antara tersangka dan korban?

 

Kapolsek Adika menegaskan, tidak ada ketersinggungan secara pribadi. Kasus penganiayaan terjadi spontanitas lantaran tersangka tidak terima akan ucapan dari sang nenek.

 

Tersangka Yasa mengaku menyesal telah menganiaya nenek Pica. Yasa berdalih, bahasa tantangan “leak” itu tidak ditujukan kepada korban, namun hanya luapan emosi  ketika melintas di jalan yang kebetulan melewati rumah korban.

 

“Saya tidak teriak, hanya ngomong leak saja waktu lewat di jalan bawa motor. Memang waktu itu saya mabuk. Dan kebetulan saat teriak leak, dia (korban) ada disana. Dan dadong (nenek,) marah. Saya cuma dorong saja,” singkatnya.

 

Tersangka Yasa disangkakan dengan Pasal 351 ayat (1) KUHP tentang penganiayaan, ancaman hukuman pidana paling lama 2 tahun 8 bulan penjara atau denda sebanyak-banyaknya Rp 4,5 juta.