Yayasan Perdiknas Beri ‘Reward’ Pegawai, Dosen hingga Rektor

(kiri-kanan) Prof. Dr. Nyoman Sri Subawa, ST., S.Sos., MM., dan Dr. AA Ngurah Eddy Supriyadinata Gorda, S.Sos., MM
(kiri-kanan) Prof. Dr. Nyoman Sri Subawa, ST., S.Sos., MM., dan Dr. AA Ngurah Eddy Supriyadinata Gorda, S.Sos., MM

DENPASAR, balipuspanews.com – Yayasan Perkumpulan Pendidikan Nasional (Perdiknas) selaku badan penyelenggara Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) memberikan penghargaan kepada dosen, staf dan seluruh karyawan di semua unit hingga Rektor, yang memberikan kontribusi nyata bagi lembaga, baik berupa peningkatan kualifikasi pendidikan, mau pun jabatan fungsional (jafung), Senin (1/11/2021), bertempat di Kampus Undiknas.

Rektor Prof. Sri Subawa mengucapkan terima kasih atas ‘support’ yang diberikan Perdiknas. Ia mengaku untuk tiba di posisi guru besar memang tidak mudah.

“Tetapi bukan tidak bisa dilalui. Di sini perlu motivasi dan penekanan bagaimana kualitas penelitian dan tulisan kita,” jelasnya, sembari mengakui kendala terbesar adalah publikasi di jurnal internasional terindeks scopus.

Sri Subawa menambahkan setiap dosen Undiknas wajib memiliki angan-angan mencapai jafung tertinggi yakni profesor. Sejauh ini, Undiknas memiliki lima guru besar. Jumlah yang cukup membanggakan untuk perguruan tinggi swasta. Namun rektor tidak ingin berpuas diri. Jumlah dosen muda yang melimpah adalah potensi besar bagi Undiknas menambah pundi-pundi profesor.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Perdiknas Dr. AA Ngurah Eddy Supriyadinata Gorda menyerahkan ‘reward’ berupa uang saku bagi sejumlah dosen Undiknas yang baru menempuh pendidikan S3 atau doktor. ‘Reward’ juga diberikan untuk sang rektor Prof. Dr. Nyoman Sri Subawa, ST., S.Sos., MM., atas capaiannya meraih jabatan akademik tertinggi yakni guru besar beberapa waktu lalu.

Pemilik sapaan karib Gung Eddy berharap, capaian pucuk pimpinan Undiknas ini menjadi motivasi bagi seluruh dosen demi mewujudkan cita-cita Undiknas bersaing sebagai perguruan tinggi terbaik di Asia Tenggara.

Dalam melaksanakan fungsi kepemimpinannya di yayasan, Gung Eddy mengaku tidak ingin diprotes oleh dosen, staf dan karyawan di bawah unit Perdiknas, karena semua ‘reward’ diberikan bebasis data.

Sebagai wujud keseriusannya menyejahterakan keluarga besar Perdiknas, ia merancang berbagai program, mulai dari bonus pernikahan, beasiswa sarjana, magister hingga doktor bagi putra-putri karyawan, hingga uang pensiunan.

“Sehingga dosen atau pegawai kami punya dua sumber pensiun. Dari BPJS (pemerintah) dan Perdiknas,” pungkasnya.

Penulis: Budiarta

Editor: Oka Suryawan