10 tahun Idap Diabetes, Lindawati Selalu Andalkan JKN untuk Berobat

- Advertisement -
- Advertisement -

KLUNGKUNG, balipuspanews.com– Kadek Lindawati,45, sama sekali tidak menyangka jika dirinya harus menjalani pengobatan rutin selama 10 tahun belakangan. Ia didiagnosa menderita Diabetes Mellitus (DM) sehingga tidak boleh melewatkan obat yang harus dikonsumsi setiap hari.

Bahkan jari tangannya hampir saja diamputasi karena luka yang tidak kunjung sembuh dan malah tambah parah.

Beruntung, ibu tiga anak asal Klungkung  mampu menjalani pengobatan dengan baik sehingga luka jarinya berangsur sembuh. 10 tahun menjalani pengobatan rutin, Lindawati mengandalkan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk menjamin biaya pengobatannya.

“Kalau tidak ada JKN maka tidak dapat dibayangkan berapa biaya yang harus saya keluarkan, bisa-bisa saya tidak bisa berobat seperti sekarang, saya merasa pelayannya pun sangat bagus, baik saat saya menjalani rawat inap maupun rawat jalan rutin tiap bulannya,” ungkap Lindawati, saat diwawancarai di kediamannya beberapa waktu lalu.

Ia mengaku cukup sering menjalani rawat inap di samping rawat jalan rutin, sebab DM yang ia jalani kadang menyesuaikan dengan kondisi tubuhnya, apalagi kadang ia sering melanggar larangan kaitan makanan yang tidak diperbolehkan dan membuat kadar gulanya naik.

BACA :  BPJS Kesehatan Dorong Peningkatan Mutu Layanan JKN, Kepesertaan Capai 284,3 Juta

“Selain karena makanan saya juga sempat mengurangi obat yang diberikan dokter, mungkin hal itu menjadi salah satu pemicu gula darah saya naik lagi. Hal itu juga yang membuat saya menjadi salah satu peserta JKN yang sering memanfaatkan jaminan ini untuk pembiayaan pengobatan yang tentunya tidak sedikit,” lanjutnya.

Ditanya pengalamannya selama menggunakan JKN, Lindawati menyatakan semuanya berjalan dengan lancar dan baik-baik saja. Pemberi layanan kesehatan baik Puskesmas maupun rumah sakit juga memberikan layanan yang cepat dan sigap.

Namun hal terpenting yang ia tekankan adalah tidak ada biaya tambahan yang pernah ia bayarkan selama berobat.

Ia juga mengaku jika ia selalu mengikuti arahan dari fasilitas kesehatan yang telah memberikan edukasi dengan jelas terkait prosedur pemanfaatan JKN, seperti misalnya menyiapkan Kartu JKN atau KTP ketika akan melakukan pengobatan, kemudian selalu melakukan pemeriksaan secara berjenjang kecuali yang emergency, serta melakukan pendaftaran secara online ketika akan melakukan pemeriksaan sesuai jadwal.

“Orang seperti saya tentu sangat membutuhkan bantuan berupa petunjuk dari yang lebih tahu, karena kalau kita sudah mengikuti ketentuan yang berlaku harusnya tidak ada masalah yang akan kita hadapi, itulah yang saya lakukan selama ini sehingga saya menekankan tidak ada masalah yang terjadi ketika saya berobat,” jelasnya.

BACA :  WNA Inggris Ditemukan Tenggelam Saat Berenang di Crystal Bay Nusa Penida

Selain dirinya ternyata keluarganya juga cukup sering menggunakan JKN untuk berobat, baru-baru ini anaknya juga menggunakan JKN untuk berobat karena mengalami masalah pencernaan hingga ususnya dinyatakan bernanah.

Saat itu anaknya juga memanfaatkan JKN karena menurut Lindawati pembiayaan pengobatan anaknya menghabiskan biaya yang cukup besar.

Seluruh keluarganya memang telah terdaftar sebagai peserta JKN dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang iuran bulanannya dibayarkan oleh pemerintah. Ia berhak mendapatkan layanan di ruang rawat inap kelas 3.

Dengan telah terlindungi oleh Program JKN maka keluarganya merasa tenang jika memerlukan pengobatan.

Pengalamannya dan keluarga menggunakan JKN yang cukup banyak membuatnya menjadikan JKN sebagai satu-satunya jaminan kesehatan yang akan selalu menjaga akses layanan kesehatannya sekeluarga. Ia mengucapkan apresiasi disertai harapan terhadap Program JKN.

“Saya sangat berterima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan kami JKN yang dapat kami andalkan. Kami berharap program ini dapat berlangsung selamanya dan semakin banyak membantu masyarakat,” tutup Lindawati.

Penulis: Gde Candra

BACA :  Bupati Adi Arnawa Dorong Transformasi Pariwisata Badung yang Berkualitas dan Berkelanjutan

Editor: Oka Suryawan

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular