Kapolres Badung AKBP Roby Septiadi
Kapolres Badung AKBP Roby Septiadi siapkan berkoordinasi amankan Nataru

MANGUPURA, balipuspanews. com-Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) jajaran Polres Badung kian mengintensifkan pengamanan di sejumlah jalur-jalur yang akan dilalui masyarakat dan wisatawan asing.

Salah satunya jalur di kawasan Canggu Kuta Utara yang merupakan daerah paling rawan kemacetan.
Kapolres Badung AKBP Roby Septiadi mengatakan, pihaknya akan mengerahkan seluruh kekuatan dalam pengamanan Nataru. Polres Badung sendiri akan mengerahkan 2/3 kekuatan atau 400 personil ditambah bantuan pengamanan dari Kodim 1611 Badung serta jajaran stakeholder Pemda Badung. Jumlah totalnya mencapai 13.000 orang.

Seluruh personil Polres Badung, jelas AKBP Roby, akan All Out untuk memberikan kelancaran dan rasa aman di masyarakat.

“Saya sudah perintahkan seluruh personil All Out dalam pengamanan Nataru,” ujarnya, Jumat (13/12/2019).

Dijelaskannya, walau Badung bukan daerah mayoritas umat yang merayakan Natal, namun karena wilayah Badung merupakan daerah wisata akan tetap diamankan, sesuai atensi pimpinan yang diteruskan ke  jajaran Polres Badung.

“Tempat tempat wisata di wilayah Badung akan menjadi target operasi kita dalam pengamanan ini,” tegasnya.

Menurutnya, pengamanan bersandi Operasi Lilin Agung ini akan dimulai tanggal 22 Desember 2019 hingga tanggal 1 Januari 2020. Seluruh personil yang All Out tidak hanya mengamankan lokasi wisata, tapi jalur-jalur yang dilalui masyarakat yang ingin merayakan Natal dan wisatawan asing yang berlibur ke Bali.

Yang lebih penting, kata AKBP Roby, prioritas utama pengamanan dilakukan di sejumlah Gereja di wilayah Badung dan tempat berkumpulnya wisatawan asing.

“Gereja paling utama kita amankan,” tegas mantan Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Bali ini.

Selain itu, pengamanan juga difokuskan di jalur lalulintas di wilayah Canggu Kuta Utara yang rawan kemacetan. Sejumlah personil kepolisian dibantu pecalang akan standby dibeberapa posko-posko yang sudah dipersiapkan.

AKBP Roby mengakui kemacetan di wilayah Canggu sering terjadi karena daerah tersebut sempit dan kecil.  Sehingga Polisi hanya bisa berupaya memberikan pengaturan demi kelancaran jalur-jalur yang dilalui masyarakat.

“Memang disana sering macet, kecuali dibuat Fly Over, tapi sampai kapan itu memungkin kan tidak. Karena kalau dilihat, kapasitas jalan tidak sesuai dengan volume kendaraan,” beber perwira asal Jakarta itu.

Kalau pun dibuatkan pelebaran menurutnya tidaklah mungkin dilakukan di daerah tersebut. Meski demikian katanya, daerah Canggu akan tetap menjadi titik pengamanan Nataru.

“Tapi saya tidak bisa jamin lancar karena tugas Polisi hanya mengatur kelancaran. Kelancaran juga bukan hanya tugas kepolisian tapi adanya bantuan dari masyarakat,” pungkasnya. (pl/tim/bpn)