KUTA, balipuspanews.com – Perjuangan 16 tahun Sixty Nine Bar and Resto menjadi salah satu akomodasi wisata di Bali penuh lika liku. Menyambut hari jadinya tahun ini, venue ikonik yang beralamat di Kuta, Bali ini semakin semangat untuk menjadi leader pariwisata.
Mengusung tema “Sixty Nine Fire and Flames” perayaan ini menjadi penanda perjalanan panjang dan penegasan ambisi mereka untuk menjadi leader pariwisata, baik secara nasional maupun internasional.
Dalam wawancara ekslusif di sela sela perayaan pada Selasa (25/11/2025), Ketut Dharmayasa, General Manager Grand Istana Rama Hotel, dan Putu Robby Rudita, Food and Beverage Manager membagikan kisah perjuangan, filosofi serta prestasi yang sudah diraih.
Ketut Dharmayasa mengenang kembali pendirian bar ini 16 tahun silam sebagai masa yang “begitu berdarah-darah”. Bar ini didirikan saat Kuta di kawasan selatan (sebelum Beachwalk) masih sepi.
“16 tahun lalu kita mendirikan bar ini begitu berdarah-darah,” kenang Ketut Dharma Yasa.
“Di area sebelum ada Beachwalk itu, ramenya di Pantai Kuta hanya sampai di Hard Rock. Saat itu memang kondisi Kuta sangat memprihatinkan,” sambungnya.
Awalnya bernama Tequila Bar, nama itu diubah karena dianggap terlalu keras.
”Tequila Bar itu identik dengan minuman keras yang sangat keras, jadi tidak semua tamu suka minum tequila,” jelasnya.
“Maka dari itu, kita rubah nama menjadi Sixty Nine Bar and Resto,” lanjutnya.
Meskipun nama Sixty Nine sering memicu persepsi berbeda, Ketut Dharma Yasa menegaskan bahwa maknanya berakar pada nilai-nilai positif yang mendalam, mirip konsep Yin and Yan.
“Secara etimologi, Sixty Nine itu artinya melambangkan persahabatan, pertemanan, kemudian rasa engagement antara tamu dan staf yang melayani tamu,” ujar Ketut Dharma Yasa.
“Jadi mereka selalu memiliki hubungan yang sangat dekat. Secara artinya, memang istilah itu artinya bagaimana kita menjalin hubungan yang baik antara pelanggan dan staf yang berbeda. Filosofi ini diwujudkan melalui layanan yang mereka sebut “Service Fun,” ujarnya.
“Kami pastikan semua tamu yang datang ke Sixty Nine ini pasti enjoy, baik itu datang untuk party, datang bersama keluarga, dan datang untuk gathering bersama tim,” tambah Putu Robby Rudita, yang turut memastikan produk, service, dan ambience selalu atraktif.
Selama perjalanannya, Sixty Nine telah mencetak sejumlah prestasi signifikan.
”Kita punya kebanggaan di sini, Bartender Club. Sebagian besar juara-juara bartender yang ada di Bali itu, lahirnya di Sixty Nine Bar and Restaurant,” tegas Ketut Dharma Yasa. Ia juga menyebut ada trainee dari sana yang menjadi Juara Dunia (nomor dua).
Selain itu, ia menyoroti prestasi kolektif Grand Istana Rama Hotel dalam memecahkan rekor dunia dalam menyajikan menu masakan:
”Kita mampu untuk melaksanakan dan kita bisa memecahkan rekor dunia tersebut,” kata Ketut Dharma Yasa, merujuk pada penciptaan 340 main course, dessert, salad, sup, dan sambal.
“Kita juga pernah membuat the longest pizza in town sampai 10m, dan sate yang giant yang ukuran satu kilo, 1m.”
Putu Robby Rudita menjelaskan tema perayaan tahun ini dan detail acaranya.
”Malam ini adalah Sixty Nine Fire and Flames,” kata Putu Robby Rudita. “Untuk menggambarkan bagaimana kami selalu membuat vibes di area Sixty Nine Bar and Resto ini selalu menyala-nyala seperti api.”
Rangkaian acara HUT ke-16 meliputi pertunjukan bartender flair, fire dance, belly dance, dan pemotongan tumpeng. Sebagai menu spesial, mereka menyuguhkan Gimbap Korean Honey Chicken, pemenang kompetisi kuliner internal.
”Kami menawarkan breakfast itu hanya Rp135.000 net, yang mana bisa mendapatkan free satu cappuccino atau satu latte. Kami yakin itu harga terbaik di area Kuta saat ini,” tambahnya mengenai promo yang berlaku beberapa hari ke depan.
Menutup wawancara, Putu Robby Rudita menegaskan target mereka kini adalah global.
”Harapan kami kedepannya tidak hanya dikenal di Bali dan Indonesia, tapi bagaimana kami dikenal di dunia di Sixty Nine Bar and Resto,” ujar Putu Robby Rudita.
Ia optimistis, dengan service yang berkualitas, dan dibantu tamu loyal yang menyebarkan promosi (share word of mouth) hingga ke luar negeri,
“Sixty Nine ini menjadi brand yang kuat, eksis di dunia,” harapnya.
Penulis : Kadek Adnyana
Editor : Oka Suryawan



