BADUNG, balipuspanews.com–
Tema debat terbuka pertama pasangan calon bupati- calon wakil bupati Badung yang akan berlangsung Jumah (25/10/2024) petang adalah “Menuju Pemerataan dan Keserasian Pembangunan, Pariwisata, Seni Adat dan Budaya dan Lingkungan di Kabupaten Badung”. Tema tersebut sudah ditetapkan oleh tim panelis.
Untuk menyusun pertanyaan, KPU Badung akan menghadirkan lima panelis. Kelima panelis tersebut adalah Prof. Dr. Ni Luh Made Mahendrawati S.H.,M.HUM sebagai Guru Besar Universitas Warmadewa, saat ini sebagai Dekan Fakultas Pasca Sarjana Unwar, Prof. Dr. Desak Made Swarti Laksmi, S.SKar.,MA., Guru Besar ISI Denpasar, Dr. Gusti Ngurah Alit Susanta Wirya, S.P.,M.Agr., sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Udayana, Dr. Nyoman Diah Utari Dewi, A.Par., M.A.P..sebagai Direktur Program Pasca Sarjana Universitas Ngurah Rai, Dr. I Wayan Sukma Winarya Prabawa.,M.Par.,M.Pro sebagai Wakil Direktur II Poltekpar Bali.
Ketua Tim Panelis, Prof. Dr. Ni Luh Made Mahendrawati S.H.,M.HUM menyampaikan bahwa tahapan-tahapan sebagai panelis didasarkan pada aturan yang sudah ditentukan oleh peraturan KPU tahun 2024, dimana tugas dan kewajiban dari panelis berpedoman kepada aturan yang ada.
“Apa yang boleh kami lakukan, apa yang tidak boleh kami lakukan,” ungkapnya.
Lebih lanjut dikatakan, Peraturan KPU nomor 1363 tahun 2024 tentang teknis pelaksanaan kampanye pemilihan Gubernur Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota, dalam rumusan pasal-pasalnya yaitu salah satunya terkait acara fungsi tugas daripada panelis dalam melaksanakan proses debat terbuka Paslon.
“Jadi kami melaksanakan tugas untuk menyusun pertanyaan-pertanyaan terkait program kerja dan kebijakan yang nanti akan disampaikan pada debat terbuka ini akan disampaikan pendalaman visi misinya oleh masing masing pasangan calon,” imbuhnya.
Lanjutnya, pada saat itulah nanti panelis akan memberikan pertanyaan pertanyaan dengan maksud supaya nanti Paslon ini betul-betul lima tahun kedepan bisa mempertanggungjawabkan apa yang menjadi visi misinya.
“Karena kita disini paling tidak bisa mengetahui siapa sih yang menjadi bupati dan wakil bupati minimal memiliki visi misi dan arah pengembangan Badung ini lima tahun kedepan seperti apa,”ujarnya.
Menurutnya Kabupaten Badung mempunyai potensi yang sangat besar yang merupakan daerah pariwisata. Meskipun dalam program pembangunan, infrastruktur tidak semua sama.
“Kami mengharapkan dua paslon ini betul-betul mempunyai visi misi bagaimana membawa Badung ini kedepan,” ujarnya.
Lebih lanjut Mahendrawati mengatakan semua sudah memahami kondisi Kabupaten Badung baik utara, tengah dan selatan. Harapannya tema besar tersebut akan memunculkan isu-isu yang akan ditanyakan masing masing panelis.
“Jadi pertanyaan itu totalnya nanti ada delapan pertanyaan yang dibagi menjadi empat subtema dan masing masing subtema akan ada dua pertanyaan,” ungkapnya.
Sedangkan untuk unsur teknis sudah dirancang sesuai dengan aturan yang ada, nanti sesi debat ini waktunya hanya 180 menit, dimana 150 menit merupakan sesi tanya jawab, sedangkan 30 menit jeda iklan.
“Jadi dalam 150 menit akan ada pembagian, setelah penyampaian visi misi dari masing masing Paslon ada sesi harus menjawab beberapa pertanyaan sesuai subtema dari panelis, kemudian waktunya adalah sesuai dengan tambahan waktu yang ditentukan oleh moderator. Kami menyusun pertanyaan sesuai dengan waktu yang ada,” tutupnya.
Penulis: Kadek Adnyana
Editor: Oka Suryawan



