DENPASAR, balipuspanews.com – 55 tahun bukan lagi usia muda. Bahkan bisa dikatakan usia yang sudah matang. Belasan ribu kaum intelektual lahir dari unit Perkumpulan Pendidikan Nasional (Perdiknas) yang menaungi tiga unit pendidikan di Pulau Dewata diantaranya SMP Nasional Denpasar, SMK Teknologi Nasional dan Undiknas University.
Didirikan oleh duo tokoh pendidikan di Bali yaitu Ketut Sambereg dan AAN Gorda dengan tertatih-tatih berdedikasi di bidang pendidikan, akhirnya mampu melahirkan unit pendidikan pencetak pendidikan karakter dan embrio-embrio penerus bangsa yang tetap eksis.
Dibawah nahkoda AAN Eddy Supriyadinata Gorda, Perdiknas tidak hanya fokus terhadap pembangunan infrastruktur saja, melainkan peningkatan terhadap sumber daya manusia terus digenjot sehingga mampu melahirkan tenaga pendidikan yang kompeten, serta kesejahteraan pengajar, dosen hingga staf tak luput dari perhatian putra pendiri Prof. Gorda.
Disela perayaan HUT Perdiknas pada (5/1/2024), Ketua Perdiknas Dr. AAN Eddy Supriyadinata Gorda, S.Sos., MM, mengatakan, perayaan hari ulang tahun bukan seremonial semata. Namun, lebih menukik terhadap terjadi perubahan-perubahan demi kemajuan lembaga setiap tahunnya. Dari angka 55 tahun ini, dipandang sudah terjadi perubahan sebanyak 55 kali.
Sebagai bukti perubahan atas capaian yang diraih tentu dapat dilihat berdasarkan data kepemimpinan terhadap apa yang dibuat, diraih, dan dibangun, serta capaian prestasi hingga semakin banyaknya SDM yang menempuh pendidikan tinggi dan meraih jabatan tertinggi sebuah lembaga pendidikan sebagai ujung tombak dari agen perubahan.
“Perayaan ulang tahun bukan berbicara seremonial tetapi yang terpenting adalah perubahan. Selama ini semua unit sudah kita sentuh dari SMP, SMK, Undiknas, Pascasarjana. Tinggal melihat kualitas atau kuantitas,” terangnya.
Pemilik sapaan Eddy Gorda ini, mengungkapkan, perubahan yang telah dilakukan dari tahun ke tahun sudah meningkat dan tidak fluktuatif. Terbukti, semua unit Perdiknas semakin maju dan berkembang, serta semakin diminati masyarakat. Masyarakat mempercayakan putra-putrinya untuk menempuh pendidikan di unit-unit Perdiknas.
Kata dia, spirit dari kedua pendiri tetap dipegang teguh. Melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan dari kedua pendiri dengan tetap melangkah ke depan melakukan perubahan, peningkatan, dan mengembangkannya.
“Kalau dulu semangat pendiri untuk mendirikan, selanjutnya kita mempertahankan, melakukan perubahan serta melakukan peningkatan. Kalau dulu standar pendiri dimensinya hanya S1, kalau sekarang kita pasang harus doktor, kan ada peningkatan,” pungkasnya.
Dalam kesempatan sama Rektor Undiknas Prof. Dr. Ir. Nyoman Sri Subawa, ST., S.Sos., MM, mengucapkan dirgahayu Perdiknas ke 55 tahun. Dikatakan dalam siklus kehidupan 55 merupakan angka yang sangat mahal. Pada level ini Perdiknas dan unit-unitnya sudah semakin maju.
“Saya Rektor Undiknas mengucapkan selamat kepada Perdikas Denpasar atas keberlangsungan dan sumbangan organisasi. Banyak hal yang sudah diberikan kepada Undiknas salah satunya reward kepada sivitas Undiknas apapun bentuknya maupun dukungan infrastruktur untuk kemajuan Undiknas. Semoga Undiknas semakin maju dan berkembang,” harapnya memungkasi.
Sementara Kepala SMKS Teknologi Nasional Dr. Ni Putu Parwati Asih, S.Pd, M.Pd, mengucapkan Terima kasih kepada Perdiknas atas support dan dukungan sehingga SMK semakin berkembang.
Dengan dukungan dari Perdiknas, sehingga SMKS Teknas mampu mewujudkan visi yang ditetapkan yaitu SMK yang “Unggul, Wirausaha dan Siap Kerja”.
Tak hanya itu, Agek sapaan Parwati Asih, selain infrastruktur pembangunan di SMK, Perdiknas juga konsen terhadap kesejahteraan guru dan staf yang menjadi ujung tombak di SMK. Terbukti, tak sedikit tenaga pendidikan yang mendapatkan reward dari Perdiknas.
“Dirgahayu Perdiknas yang ke 55 tahun, semoga semakin jaya dan luar biasa,” pungkas Agek.
Penulis: Budiarta
Editor: Oka Suryawan



