KLUNGKUNG, balipuspanews.com– Dirawat di ruang Intensive Coronary Care Unit (ICCU) atau ruangan yang dirancang khusus untuk menangani pasien jantung yang berisiko mengalami komplikasi serius tentu menjadi sebuah kekhawatiran bagi I Wayan Miasa,47, dan keluarganya.
Apalagi Miasa menjalani perawatan yang cukup panjang di ICCU yaitu selama sembilan hari sebelum akhirnya dipindah ke ruangan rawat biasa selama tiga hari.
Miasa tiba-tiba saja kolaps dengan hasil pemeriksaan menunjukkan perburukan kondisi.
Namun setelah melewati masa kritis, Miasa merasa bersyukur dengan banyaknya hal positif yang ia dapat. Hal pertama yang ia syukuri adalah kondisinya berangsur membaik dan normal seperti sedia kala.
Hal selanjutnya adalah ia tidak dikenakan biaya sepeserpun selama pengobatan karena sudah dijamin oleh Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
“Tidak pernah terbayangkan saya menderita penyakit yang membahayakan nyawa saya selama 13 hari, makanya saya sangat bersyukur bisa sembuh seperti saat ini walaupun tetap harus menjalani pengobatan ketat, selain itu dengan JKN kelas 3 yang saya dapatkan dari pemerintah, saya benar-benar tidak dikenakan biaya sepeserpun dan dilayani dengan sangat baik,” ungkap bapak tiga anak asal Klungkung beberapa waktu lalu.
Saat itu, ia sedang menjaga anak ketiganya yang sedang dirawat di rumah sakit akibat menderita usus buntu. Ia merasakan badannya pegal-pegal dan nyeri pada setiap sendinya. Hingga anaknya pulang dari rumah sakit, ia masih merasakan ada yang tidak beres dengan badannya.
Tapi ia tetap beraktifitas seperti biasa dan kebetulan saat itu berdekatan Hari Raya Galungan sehingga ia sibuk melakukan persiapan.
Karena disertai demam dan lemas, Miasa kemudian memeriksakan dirinya ke Puskesmas tempatnya terdaftar. Namun saat itu hasil pemeriksaan menunjukkan jika ia masih mengalami demam yang normal sehingga hanya diberikan obat penurun panas. Dua hari kemudian, kondisinya justru semakin memburuk.
“Saya semakin lemas sehingga pada jam dua subuh saya dibawa ke IGD salah satu rumah sakit di Kabupaten Klungkung oleh keluarga. Sampai di IGD, saya tidak sadarkan diri dengan hasil pemeriksaan yang menunjukkan hasil sangat buruk. Bahkan saya langsung dibawa ke ICCU dengan kondisi tidak sadarkan diri selama empat hari,”tuturnya.
Setelah hari keempat, ia sadar dengan kondisi yang belum begitu baik, dokter menyatakan ia menderita demam berdarah. Bahkan berefek pada organ dalamnya terutama terjadi serangan jantung dan gangguan paru-paru. Hal inilah yang menyebabkan ia sampai tidak sadarkan diri dan mengalami kondisi kritis.
Dengan pengobatan yang sigap dari pihak medis, nyawa Miasa dapat tertolong dan pada hari kesembilan ia dipindahkan ke ruang rawat biasa.
“Tiga hari di ruangan rawat inap, saya kemudian diperbolehkan pulang dengan jadwal kontrol kembali seminggu kemudian, saat kontrol pertama itu dokter menyatakan urat jantung saya ada yang bermasalah sehingga saya harus mengkonsumsi obat jantung secara rutin dan menjaga kondisi tubuh tetap stabil,” ungkap pria yang bekerja di salah satu sekolah menengah pertama Negeri di Kabupaten Klungkung.
Saat ini, kondisinya sudah jauh lebih baik, bahkan sudah merasa normal seperti sedia kala. Ia mengucapkan rasa terima kasihnya kepada pihak rumah sakit yang telah memberikan layanan terbaik kepadanya.
Ia berharap agar Program JKN yang telah menjamin biaya pengobatannya dapat berlangsung seterusnya karena sangat bermanfaat bagi masyarakat.
Penulis: Gde Candra
Editor: Oka Suryawan



