Singaraja, balipuspanews.com – Karyawan supermarket Kanaya Mart berhamburan keluar dari dalam toko setelah seorang pria bertattoo masuk dan menjarah beberapa barang dagangan di toko modern terletak di tepi Jalan Raya Singaraja-Karangasem tepatnya di Desa Kerobokan Kecamatan Sawan, Buleleng.
Tentu saja, aksi brutal yang dilakukan pria tak dikenal membuat pramuniaga ketakutan. Pramuniaga itu pun langsung melaporkan kejadian tersebut kepada aparat Polsek Sawan.
Berselang beberapa menit kemudian, pria paruh baya itu pun langsung diamankan polisi.
Kapolsek Sawan, AKP I Made Derawi saat dikonfirmasi membenarkan bahwa telah mengamankan seorang laki-laki bernama Jro Tapakan Wayan Subawa alias Kak Gendeng asal Desa Songan Kintamani Bangli.
“Memang benar, seorang laki-laki paruh baya kita amankan, kami masih melakukan penanganan di Mapolsek Sawan, diduga mengalami gangguan kejiwaan,” ujar AKP Derawi seijin Kapolres Buleleng, Selasa (13/6) pagi.
Jro Wayan yang diduga sedang mengalami stress sambung Derawi tidak saja berulah di Desa Kerobokan, pria tersebut sudah tiga kali diamankan polisi.
“Sempat diamankan Propam Polres Buleleng, lantaran Jro Wayan datang ke tempat pembuatan SIM dan membuat kegaduhan hingga masyarakat yang cari SIM ketakutan,” terangnya.
Aksinya tidak berhenti sampai disana, Jro Wayan juga sempat mengganggu kepadatan arus lalu lintas di Jalan Surapati Singaraja.
“Bertelanjang dada, hanya memakai sarung menggelar tikar berjalan pada garis marka jalan ditengah-tengah lalu lalang kendaraan,” imbuhnya.
Parahnya lagi, Jro Wayan mengacung-acungkan sapu lidi yang dibawanya diarahkan ke pengendara.
“Bukan hanya mengacungkan sapu lidi, pengendara juga dipukul. Pengendara motor, juga mobil langsung dipukul mengunakan sapu lidi tersebut,” ungkapnya.

Penanganan awal, polisi berkordinasi dengan petugas Puskesmas untuk melakukan pemeriksaan secara medis. Selanjutnya, polisi berencana memulangkan orgil tersebut melalui Dinas Sosial Kabupaten Buleleng.
“Kami sudah menghubungi dokter dan kita berupaya menghubungi pihak keluarganya, namun bila tidak bisa, terpaksa kita akan koordinasikan dengan Dinas Sosial,” tutup Derawi.



