BULELENG, balipuspanews.com – Perayaan pergantian tahun Caka 1943 atau Nyepi tinggal beberapa hari. Untuk mengantisipasi munculnya kluster baru maka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng beserta TNI/Polri dan juga Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Buleleng sepakat harus menerapkan prokes yang ketat.
Tentu hal itu sesuai dengan Surat Edaran (SE) Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali Nomor: 009/PHDI-Bali/1/2021 dan juga SE Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali Nomor: 002/MDA-Prov Bali/1/2021.
Asisten Pemerintahan dan kesejahteraan Setda Buleleng, Ida Bagus Suadnyana menjelaskan terkait pelaksanaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1943. Mulai dilakukan koordinasi dan komunikasi bersama Desa Adat se-Kabupaten Buleleng. Untuk melakukan pembahasan bersama rangkaian Hari Suci Nyepi dari upacara pemelastian hingga ngembak geni.
Dimana semua kegiatan pelaksanaan Hari Raya Nyepi yang diawali dengan Melasti, Tawur Agung, Nyepi hingga Ngembak Geni harus dilakukan dengan prokes ketat. Agar tidak menimbulkan penularan COVID-19.
“Sama seperti perayaan Nyepi tahun lalu akan dilakukan prokes yang ketat guna mengantisipasi terjadinya klaster,” tegasnya usai menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pengamanan rangkaian Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1943 dan peringatan Isra Mi’raj di Command Center Polres Buleleng, Rabu (10/3/2021).
Sementara itu, pimpinan rapat AKBP I Made Sinar Subawa mengatakan rapat koordinasi perayaan Hari Raya Nyepi Caka 1943 tidak lain bertujuan untuk menyamakan persepsi dalam memberikan pengamanan. Utamanya saat umat Hindu merayakan Hari Raya Nyepi.
Bahkan agar tetap mengedepankan prokes secara ketat guna menjaga situasi kamtibmas yang kondusif. Dalam pelaksanaan pengamanan rangkaian Hari Raya Nyepi pihaknya mengaku akan di bantu dari TNI, Satpol PP dan Pecalang. Serta instansi terkait lainnya.
“Rangkaian kegiatan Melasti untuk perayaan saat ini ditiadakan dan diganti dengan ngubeng. Selain itu ada acara Tawur Agung dilaksanakan di Catus Pata dengan tetap mengedepankan Prokes,” pungkasnya.
Dalam acara itu selain membahas mengenai Nyepi tahun Caka 1943, rapat kali ini juga terdapat pembahasan terkait perayaan Hari Raya Isra Mi’raj yang jatuh pada tanggal 11 Maret 2021.
Penulis : Nyoman Darma
Editor : Oka Suryawan



