Minim Pencemaran, Sungai di Gianyar Masih Aman Untuk Mandi

- Advertisement -
- Advertisement -

GIANYAR, balipuspanews.com – Keberadaan sungai di Kabupaten Gianyar sampai saat ini masih layak digunakan alias belum masuk katagori pencemaran berat. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar, Ni Made Mirnawati, Minggu (23/5/2021).

Menurut Mirnawati, keberadaan sungai yang masih lestari ini karena di hulu tidak ada industri rumah tangga yang membuang limbah ke sungai secara langsung. Meski tidak dipungkiri masih ada warga yang sengaja membuang limbah ke sungai.

“Dari data yang saya pegang, berdasarkan hasil penelitian Tahun 2019, belum ada ditemukan sungai yang tercemar berat,” jelas Mirnawati.

Hanya saja air dari sungai tersebut tidak bisa dikonsumsi langsung.

“Kalau digunakan untuk mandi dan mencuci masih layak,” ujarnya.

Namun, diakuinya kondisi air sungai semakin ke hilir semakin kotor. Ini akibat di beberapa pemukiman penduduk masih ada sebagian yang membuang sampah ke sungai.

Ditambahkannya lagi, sebanyak 60 titik sumber mata air di Gianyar telah dilakukan uji lab. Hasilnya kondisi air masih diambang baku mutu, namun ada beberapa sumber mata air yang rawan pencemaran limbah kimia dan bakteri E-coli.

BACA :  Mazda Hadir di BCA Expo Bali 2026, Tawarkan SUV hingga Mobil Listrik

“Bukan tercemar, namun ada potensi tercemar bakteri E-coli, sehingga lingkungan mata air kita pantau, apa ada peliharaan ternak, atau industri rumah tangga disekitar tersebut,” bebernya.

Pihaknya berharap Desa Dinas dan Desa Adat ikut menjaga sumber mata air dan sungai yang ada di wilayahnya. Hal ini selain bertujuan penyelamatan lingkungan juga untuk mewariskan sungai dan mata air yang layak kepada generasi berikutnya.

“Sampai saat ini, kesadaran warga sudah meningkat, hanya saja persoalan pembuangan sampah ke sungai masih menghantui kita. Ini perlu kesadaran semua pihak,” pungkas Mirnawati.

Apa yang disampaikan Kepala DLH Mirnawati ada benarnya. Pasalnya, sampai saat ini sungai masih menjadi alternatif warga untuk beraktivitas seperti mandi mau pun mencuci pakaian. Hal ini terlihat di sejumlah sungai di Gianyar.

Seperti di aliran sungai Tukad Petanu yang membelah Desa Saba dengan Sukawati. Terlihat sejumlah warga tengah menikmati aliran sungai. Air nampak jernih. Sejumlah mata air juga masih terjaga dimanfaatkan warga untuk air minum. Ada yang mencuci pakaian, dan berendam.

BACA :  Terima Kunjungan Wakil PM Bulgaria, Puan Kenang Bulgarian Rose yang Dibawa Soekarno

Setiap harinya puluhan warga hilir mudik mandi di sungai ini. Bahkan jika hari-hari libur dan ada pemadaman air bergilir ratusan warga memanfaatkan sungai ini. Selain bersih, akses menuju sungai juga mudah dijangkau.

Salah satu warga yang kebetulan mandi di sungai tersebut, Agus Setiyawan mengatakan, mandi di sungai lebih terasa fresh dari pada di kamar mandi.

Menurutnya, di sungai bisa melihat hijaunya pohon sambil mandi. Selain juga untuk mengirit biaya air bulanan.

“Biasanya sebelum kerja atau sore saya sempatkan waktu mandi disini, lumayan deket jaraknya. Air disini juga masih jernih,” ungkapnya.

Dikatakannya selama yang ia ketahui, tidak pernah ada warga yang mengatakan gatal-gatal setelah mandi di sungai. Kendati diakuinya masih ada sampah dari hulu berupa baju atau pakaian.

“Tidak pernah ada yang gatal-gatal, orang airnya masih jernih. Tapi kalau untuk air minum manfaatkan air pancoran,” ujarnya.

Penulis : Ketut Catur

Editor : Oka Suryawan

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular