JEMBRANA, balipuspanews.com– Prediksi arus mudik akan melonjak pada H-3 terbukti. Ribuan kendaraan pemudik yang akan menyeberang ke Jawa terjebak antrean panjang. Setelah sempat hanya terjadi penumpukan di parkir pelabuhan pada Selasa (18/4/2023) sore, malamnya kendaraan pemudik kembali membludak.
Sehingga dengan cepat terjadi antrean. Gang-gang yang dijadikan pengalihan antrean sekitar pukul 23.00 Wita sudah penuh, sehingga mobil pribadi di parkir sementara di Terminal Kargo.
Sepeda motor juga mulai memenuhi tenda antrean. Memasuki dinihari mobil pribadi dan pemudik bermotor semakin banyak yang datang. Sehingga Terminal Kargo di Lingkungan Penginuman kepenuhan dan antrean terjadi di jalan utama.
Sampai subuh ekor antrean mobil sudah sampai wilayah Kelatakan atau sekitar 8 kilometer dari pelabuhan. Beberapa pemudik yang tidak sabar menyerobot antrean melalui jalur kanan yang akhirnya menutup jalur menuju arah Denpasar sehingga terjadi kemacetan total dari dua arah.
Polisi kemudian berusaha mengatur kendaraan dengan meminggirkan mobil yang main serobot keluar badan jalan sehingga kendaraan dari arah Gilimanuk bisa jalan.
“Saya jam 03.30 Wita sampai di ekor antrean di hutan. Jam 06.00 Wita masuk kargo dan jam 09.00 Wita masih di Terminal Kargo. Gak tau jam berapa bisa nyeberang,” ujar Yoyok pemudik asal Malang.
Sementara itu antrean pemudik bermotor juga semakin panjang. Sekitar pukuk 09.00 Wita antrean sepeda motor sudah sampai di pertigaan manuver atau sekitat 600 meter dari loket verifikasi tiket.
“Jam enam sampai di antrean, jam sebelas baru masuk pelabuhan, belun lagi nunggu naik kapal,” ujar Lia pemudik asal Ngawi.
Hingga sore antrean kendaraan masih terjadi di Gilimanuk.
Kapolda Bali Irjen Pok Putu Jayan Danu Putra usai vicon dengan Kapolri di Pelabuhan Gilimanuk menyampaikan, saat ini arus mudik yang menuju ke Jawa dalam situasi sangat padat.
Untuk mengurangi antrean di jalan raya sekaligus pembelian tiket maka kendaraan diarahkan ke kargo.
“Jika di pelabuhan sudah ada pergerakan maka baru dikirim dari penampungan itu,”ujarnya.
Penulis: Anom
Editor: Oka Suryawan



