Soroti Angka Kemiskinan, Fraksi Demokrat Dorong Eksekutif Perhatikan Kualitas Tenaga Kesehatan

- Advertisement -
- Advertisement -

BANGLI, balipuspanews.com- Ada yang menarik disampaikan fraksi Partai Demokrat dalam penyampaian pandangannya atas pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Bangli 2022, dalam rapat paripurna, Rabu (5/7/2023). Partai berlambang mercy itu menyoroti angka kemiskinan di Kota Dingin Bangli.

Lewat juru bicaranya I Made Sudiasa, Demokrat menyorot angka kemiskinan di Kabupaten Bangli dalam tiga tahun terakhir. Menurut politikus asal Tembuku ini, angka kemiskinan mengalami peningkatan dari 5,09 persen naik menjadi 5,28 persen. Pun demikian, Demokrat bisa memahami penyebab kemiskinan meningkat karena pengaruh pandemi covid -19 yang memporaporandakan perekonomian.

“ Agar hal ini mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah dan mempriorotaskan anggaran pada sector – sector yang terkait dengan upaya pengurangan kemiskinan,” kata Sudiasa.

Secara khusus, Demokrat mendorong eksekutitf untuk memberikan perhatian serius terhadap pelayanan kesehatan. Sudiasa mencontohkan, kualitas tenaga pelayanan kesehatan masyarakat yang menjadi garda terdepan di dalam memberikan pelayanan di banjar – banjar dan desa.

“ Ini sangat dominan menjadi penentu tingkat kesehatan dan kemiskinan masyarakat,” kata Sudiasa.

BACA :  Terima Kunjungan Wakil PM Bulgaria, Puan Kenang Bulgarian Rose yang Dibawa Soekarno

Untuk memaksimalkan anggaran, Demokrat menyarankan eksekutif menggunakan dan memanfaatkan sisa anggaran dengan skala prioritas untuk kepentingan masyarakat Bangli. Demokrat juga menyarankan eksekutif, bisa mengefektifkan pengawasan dan monitoring terhadap perencanaan program belanja daerah untuk menekan adanya temuan- temuan dari BPK.

Lantas bagaimana sikap eksekutif? Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Artha mengatakan sudah menindaklanjuti hasil temuan BPK. Kedepannya, pihaknya berusaha agar temuan temuan BPK tidak terjadi lagi.

Terkait penanggulangan kemiskinan, bupati kader PDIP ini telah melakukan berbagai upaya. Melalui Dinas Sosil P3A Bangli, telah dilaksanakan program- program yang bersumber dari APBD maupun bantuan pemerintah pusat. Program tersebut meliputi, bantuan social sembako, dengan sasaran 13678 KK, bantuan program keluarga harapan ( PKHO sebanyak 9260, rehabilitasi social dasar penyandang disabilitas terlantar, anak terlantar, lanjut usia terlantar serta gelandangan dan pengemis diluar panti social sebanyak 59 orang.

Untuk peningkatan pelayanan kesehatan, pemkab Bangli kata bupati, akan melaksanakan strategi penguatan kualitas tenaga kesehatan di Puskesmas Pembantu ( Pustu) dengan cara melakukan pelatihan dan workshop yang bekerjasama dengan Bapelkes provinsi Bali. Program tersebut telah mendapat pembiayaan melalui DAK non fisik. Selain pelatihan untuk tenaga kesehatan, juga telah dilakukan pelatihan terhadap kader – kader yang ada di desa.

BACA :  Wali Kota Jaya Negara Hadiri Puncak Karya Pelebon I Gusti Ayu Badri

Upaya nyata yang dilakukan dalam peningkatan pemberdayaan kesehatan adalah Posyandu, Posbindu, Posyandu Remaja yang mengedepankan integrasi pelayanan primer dengan memperkuat peran puskesmas pembantu. Khusus untuk pemanfaatan sisa anggaran ( Silpa) tahun 2022, bupati menegaskan, akan digunakan memenuhi kebutuhan-kebutuhan prioritas.

Penulis/ editor : Oka

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular