Dharmasanti Nasional Nyepi 2024, Umat Hindu Berharap Presiden dan Wapres Terpilih Membawa Rakyat Indonesia Lebih Sejahtera

- Advertisement -
- Advertisement -

JAKARTA, balipuspanews.com – Ketua Umum Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat Wisnu Bawa Tenaya menyampaikan aspirasi umat Hindu di Indonesia terhadap Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Ia menekankan Presiden dan Wapres terpilih dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 2024 dapat meningkatkan kualitas kehidupan bangsa dam semakin menyejahterakan sesuai cita-cita bangsa Indonesia.

“Semoga para pemimpin kita ke depan bisa meningkatkan kualitas kehidupan anak bangsa kita, semakin sejahtera sesuai cita-cita bangsa kita. Merdeka, bersatu dan berdaulat. Melindungi segenap tumpah darah bangsa, memakmurkan, kemudian menjaga ketertiban,” ucap Wisnu Bawa Tenaya dalam Dharmasanti Nasional Perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1946/2024 Masehi di Balai Komando Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (25/4/2024).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin berhalangan hadir dalam acara tersebut, begitu juga Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas berhalangan hadir yang mengutus Sekjen Kemenag RI Muhammad Ali Ramdani.

Sejumlah menteri juga tampak berhalangan hadir dan mengutus perwakilan seperti Panglima TNI, Kapolri dan para Menteri Kabinet Indonesia Maju lainnya. Dari pejabat teras yang hadir tampak Wakil Kepala Badan Intelejen Negara (Wakabin) Letjen TNI Nyoman Cantiasa.

BACA :  Bupati Badung Bagikan Helm kepada Pelajar SMAN 2 Abiansemal, Dorong Tertib Berlalu Lintas

Lebih jauh, Wisnu Bawa mengibaratkan Presiden dan Wapres seperti Pilot dan Co-Pilot yang akan membawa rakyat Indonesia sebagai penumpangnya. Pilot dan Co-Pilot didukung oleh paramugara dan pramugari terpilih untuk mebantu tugas-tugas dalam melayani penumpang.

“Mari kita jaga kedamaian siapapun pemimpinnya. Karena ibarat Bandara Soekarno Hatta, pesawat Garuda hari ini. Pilotnya adalah Pak Jokowi, Co-Pilotnya ada Pak Ma’ruf Amin, Pramugaranya ada Pak Luhut (Luhut Pandjaitan), ada Pak Airlangga Hartarto, Pramugarinya ada Bu Bintang Puspayoga, Ada Bu Sri Mulyani dan lainnya. Nah kita ini menjadi penumpangnya. Kita doakan semoga pesawat bisa mendarat sempurna,” sebut Wisnu Bawa.

Kemudian, sambung mantan Danjen Kopassus ini, Prabowo-Gibran akan menjadi Pilot dan Co-Pilot baru sebagai penggantinya.

“Dan nanti siapapun yang sudah diketok palu menjadi Pilot dan Co-Pilot untuk membawa bangsa Indonesia terbang lebih tinggi lagi. Lebih sejahtera. Saya rasa itu yang ingin kita lakukan,” imbuhnya.

Berkaitan dengan itu, Wisnu Bawa mengingatkan tentang pentingnya pitutur guru bangsa kita, Ki Hajar Dewantara. Yaitu Tata, Tentram, Kerta, Rahardja.

“Kita mengingatkan pentingnya pitutur guru bangsa kita, Ki Hajar Dewantara. Yaitu Tata, Tentrem, Kerta, Rahardja. Tata diri sendiri, tata di RT/RW, kecamatan, kota kabupaten, provinsi, sampai tata negara dengan baik. Tentrem, aman dan nyaman. Kemudian Kerta Rahardja. Tentu kita bekerja secara gotong royong dan sejahtera. Dan jangan lupa berbagi. Kalau kita bergotong-royong cepat berhasilnya. Itu pesan-pesan untuk para pemimpin,” tegas Wisnu Bawa.

BACA :  Bupati Badung Cup Bali 2026 Jadi Ajang Pemanasan Wushu Buleleng Jelang Porprov 2027

Umat Harus Kandel dan Kendel

Sementara itu, Ketua Badan Dharma Dana Nasional (BDDN) Tri Handoko Seto yang didaulat menjadi pemberi materi dharmawacana menekankan pentingnya sifat kandel (kekuatan) dan sifat kendel (berani) yang harus dimiliki umat Hindu.

“Diperlukan sifat kandel. Walaupun negara ini besar tapi tetap membutuhkan dukungan dari umat Hindu yang hanya 1,69% (dari jumlah populasi penduduk Indonesia) itu,” ucap Seto, panggilan akrab Tri Handoko Seto.

Seto menegaskan begitu besarnya pengaruh sifat kandel bagi seseorang maupun kelompok. Ia mencontoh, seorang yang sakti, tidak akan mampu bertanding di medan laga karena tidak memegang senjata andalannya, seperti jimat.

“Sifat kandel bagi pendekar. Kalau pendekar pergi ke medan laga, ketinggalan jimat senjatanya, dia akan balik lagi mengambilnya walaupun pendekar itu mendekati sakti tetap membutuhkan sifat kandel. Kalau pemimpin jaman sekarang seperti pemimpin di kantor, senjata andalannya ya…handphone. Kalau handphone ketinggalan, pasti akan pulang mengambil handphone yang sangat dibutuhkan,” terangnya.

Begitu juga dalam konteks membangun negara, Seto menjelaskan umat Hindu memiliki kekuatan sifat kandel. Dan itu harus dimiliki oleh umat Hindu sehingga meski terlihat kecil atau sedikit dari segi jumlah tetapi dengan sifat kandel yang dimiliki maka umat yang lain melihatnya menjadi besar.

BACA :  Kapal Virgo Transport 8 Tenggelam, Ketua DPR Ingatkan Prioritas Pencarian dan Penyelamatan Korban

“Kita yang sedikit menjadi dilihat memiliki pengaruh besar bagi pemerintah. Oleh karena itu, kita harus punya sifat kandel. Bagaimana mewujudkan sifat kandel itu? Karenanya kita harus punya konsep yang bagus,” tegas Seto.

Untuk itu, menegaskan pentingnya Sat Cit Ananda dalam kehidupan umat Hindu. Pada tatran ini, ia menekankan Sat Sit Ananda adalah sebuah ilmu, tepatnya ngelmu dalam Bahasa Jawa.

Namun, ia mengingatkan Sat Cit Ananda bukanlah sekedar ilmu pengetahuan yang akan selesai jika dijabarkan. Tetapi harus dicapai melalui laku atau perbuatan.

“Ngelmu itu harus dijalani dengan laku. Tidak mudah. Oleh karena itu, betapa sebuah ngelmu itu harus dijalani oleh pemimpinnya, pemangkunya, umatnya yang harus benar-benar menggali, mengejar yang namanya ngelmu itu,” tegas Seto.

Penulis : Hardianto
Editor : Oka Suryawan

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular