BULELENG, balipuspanews.com – Komitmen dalam pelestarian lontar terus digencarkan Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Buleleng. Salah satunya dengan melakukan inventarisasi dan penerjemahan lontar di berbagai desa. Tahun ini melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Gedong Kirtya ada enam desa yang akan disasar.
Adapun enam desa yang akan disasar untuk inventarisasi diantaranya ada Desa Seririt, Kelurahan Banyuasri, Kelurahan Banyuning, Desa Banjar, Desa Sawan, dan Kelurahan Kendran.
Kepala UPTD Gedong Kirtya, Dewa Ayu Susilawati menjelaskan langkah tersebut merupakan komitmen dalam melindungi dan melestarikan lontar sebagai warisan budaya leluhur. Inventarisasi lontar dilangsungkan dengan cara yakni melakukan kunjungan ke masing-masing desa dan menggandeng para petugas layanan penterjemahan lontar.
“Inventarisasi ini penting untuk mengetahui jumlah dan kondisi lontar di Buleleng. Selain itu, dengan mengetahui isi lontar, kita bisa melestarikan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya,” jelasnya saat dikonfirmasi Senin (29/4/2024).
Susilawati menambahkan, UPTD Gedong Kirtya juga menerjemahkan lontar-lontar yang telah diinventarisasi. Hal ini dilakukan agar lontar-lontar tersebut lebih mudah diakses dan dipahami oleh masyarakat luas. Bahkan ada pula sistem jemput bola dan layanan terjemahan lontar, diharapkan lontar-lontar di Buleleng dapat terjaga dan dilestarikan untuk generasi mendatang. Ke depan, UPTD Gedong Kirtya masih konsen dalam pelestarian lontar. Rencananya di tahun ini akan diadakan kegiatan pameran, sosialisasi dan kegiatan lomba.
“Dengan menerjemahkannya, kami ingin membuat lontar-lontar ini lebih mudah diakses dan dipahami oleh masyarakat luas,” pungkas dia.
Penulis : Nyoman Darma
Editor : Oka Suryawan



