Mauricio Pochettino Buka Suara Soal Rumor Kembali ke Tottenham: “Nama Saya Selalu Muncul”

- Advertisement -
- Advertisement -

HARTFORD, BALIPUSPANEWS.com – Pelatih kepala tim nasional Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, menepis rumor yang mengaitkan dirinya dengan posisi manajer Tottenham Hotspur yang saat ini kosong. Nama Pochettino kembali mencuat menyusul pemecatan Ange Postecoglou pada Jumat lalu.

Pochettino bukanlah sosok asing bagi publik Tottenham. Ia menangani klub asal London Utara tersebut selama lima tahun sejak 2014 dan sempat membawa Spurs menembus final Liga Champions 2019. Namun, sepanjang masa kepemimpinannya, ia gagal mempersembahkan trofi untuk The Lilywhites.

Saat ini, pelatih asal Argentina tersebut tengah menjalani kontrak dua tahun bersama timnas Amerika Serikat, yang ditandatangani pada September tahun lalu, dengan target utama tampil di Piala Dunia 2026. Kendati demikian, sejumlah media Inggris dan situs judi menempatkan namanya sebagai salah satu kandidat kuat untuk kembali menangani Spurs.

Menanggapi hal tersebut dalam konferensi pers usai laga uji coba kontra Turki, Sabtu (7/6/2025), Pochettino memilih meredam spekulasi yang berkembang.

“Sejak saya meninggalkan Spurs pada 2019, setiap kali ada kekosongan kursi pelatih di sana, nama saya selalu muncul,” ujar Pochettino di hadapan wartawan.

BACA :  Wali Kota Jaya Negara Hadiri Puncak Karya Pelebon I Gusti Ayu Badri

“Kalau Anda lihat rumor yang beredar, ada lebih dari 100 pelatih dalam daftar. Jadi saya pikir, itu bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan.”

Meski beberapa kali menyatakan cintanya kepada Tottenham dan tidak menutup pintu untuk kembali, Pochettino menyiratkan bahwa saat ini bukan waktu yang tepat untuk reuni.

“Jika suatu hari itu terjadi, semua orang akan mengetahuinya. Tapi hari ini, itu tidak nyata. Tidak realistis,” katanya.

“Kita tidak bisa membicarakan sesuatu yang tidak konkret. Lihat saja di mana saya sekarang dan fokus saya saat ini,” imbuhnya.

Pochettino menambahkan bahwa Tottenham tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya, sama seperti klub-klub lamanya seperti Newell’s Old Boys dan Espanyol.

Sementara itu, pemecatan Ange Postecoglou terjadi hanya dua pekan setelah sang pelatih membawa Tottenham mengakhiri puasa gelar selama 17 tahun. Trofi Liga Europa yang diraih usai menundukkan Manchester United 1-0 di Bilbao sekaligus menjadi gelar Eropa pertama Spurs dalam lebih dari empat dekade.

Namun demikian, performa buruk di kompetisi domestik, termasuk catatan musim terburuk sejak 1976-1977, membuat manajemen klub memutuskan untuk berpisah dengan pelatih asal Australia tersebut.

BACA :  Isi Kekosongan Jabatan, Bupati Kembang Lantik 21 Pejabat Pemkab Jembrana

Di sisi lain, Amerika Serikat mencatatkan kekalahan ketiga beruntun usai takluk 1-2 dari Turki. Sebelumnya, mereka juga kalah dari Panama dan Kanada di ajang Nations League zona CONCACAF Maret lalu.

Meski begitu, Pochettino tetap optimistis dengan perkembangan timnya menjelang Piala Dunia 2026.

 

“Saya puas dengan sikap pemain hari ini. Jika kami ingin berkembang, sikap seperti inilah yang harus dipertahankan,” katanya.

“Jika saya mengganti beberapa nama dalam skuad nanti, yang saya harapkan tetap sama: komitmen penuh dan tidak mengeluh.”

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular