KARANGASEM, balipuspanews.com – Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Karangasem kini dirombak total agar lebih mengedepankan atau mengutamakan pelayanan ketimbang persoalan administrasi terhadap pasien yang datang.
Ini mulai diterapkan sejak beberapa bulan terakhir oleh Direktur RSUD Karangasem yang baru, dr. Putu Angga Wirayogi untuk merespon berbagai keluhan terkait pelayanan di IGD yang selama ini ramai disampaikan oleh masyarakat utamanya persoalan adminintrasi.
“Astungkare pelayanan sudah membaik, setelah kita melihat dan mempelajari keluhan masyarakat utamanya di IGD, kami seizin pak Bupati akhirnya memotong alur dengan menginstruksikan agar setiap pasien yang datang harus mendapatkan pelayanan dulu, untuk urusan administrasi bisa belakangan,” ujar Wirayogi baru-baru ini.
Menurut pria yang baru menjabat Direktur RSUD Karangasem sejak 4 bulan lalu tersebut, keputusan ini diambil atas pertimbangan matang terutama terkait keluhan-keluhan yang masuk dibagian IGD serta mempertimbangkan faktor phisikologis pasien dan keluarga pasien yang tentunya dalam kondisi panik.
“Jadi pasien ini kita utamakan agar tertangani dulu, nanti ketika pasien sudah tertangani dan keluarga sudah tenang baru kemudian bisa diproses adminintrasinya,” tambah dokter asal Rendang, Karangasem tersebut.
Selain itu, pihaknya juga berkomitmen secara continue fokus melakukan perbaikan pelayanan dan fasilitas yang ada di RSUD Karangasem, termasuk juga soal antrian di Poliklinik yang sering dikeluhkan. RSUD Karangasem sekarang sudah memberlakukan antrean dengan sistem online, sehingga pasien bisa memantau pergerakan nomor antrean dari rumah dengan harapan tidak lagi berlama-lama antri di Poliklinik.
Terkait dengan tenaga medis, RSUD Karangasem memiliki sebanyak 39 dokter spesialais. Menurut Yogi, jumlah tersebut terbilang sudah hampir lengkap. Meski demikian, pihaknya mengakui dari sisi pelayanan memang belum sempurna dan masih perlu ditingkatkan kembali.
Tetapi merespons keluhan dan isu-isu yang terjadi selama ini, pihak RSUD Karangasem juga terus berupaya untuk mendisiplinkan seluruh tenaga medis baik dari dokter, perawat, bidan dan staf agar bekerja sesuai dengan ketentuan.
“Jujur ketika kita mendisiplinkan ini, tidak bisa seperti menasihati anak kecil. Ini sudah saya buatkan sistem, ketika ada salah satu faktor yang tidak disiplin atau ada rantai petugas yang salah, maka sistem akan aproud dimana akan mengagalkan klaim dari BPJS, sehingga akan berpengaruh terhadap jaspel mereka sendiri dan saya rasa ini cukup adil,” tandasnya.
Penulis: Gede Suartawan
Editor : Oka Suryawan



