GIANYAR, balipuspanews.com – Berawal dari usaha rumahan sederhana, UMKM “Kembang Pucuk Bordir” yang dirintis Ny. Kadek Ariasih kini berkembang menjadi produsen kebaya bordir yang mampu menembus pasar luar daerah. Konsistensi dalam menjaga kualitas dan inovasi desain menjadi kunci utama dalam perjalanan usaha yang telah dirintis sejak 2010 tersebut.
Sebagai anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XLI Yonzipur 18 PD IX/Udayana, Ny. Kadek Ariasih memulai usahanya dari rumah dengan enam mesin bordir dan melibatkan lima tenaga kerja berbasis rumahan. Proses produksi dilakukan secara bertahap, mulai dari pembuatan desain, pola, penyablonan, hingga tahap akhir bordir menggunakan benang sutera.
Dalam satu bulan, Kembang Pucuk Bordir mampu memproduksi sekitar 50 lembar kain kebaya bordir. Setiap produk dikerjakan dengan teliti dalam waktu tiga hingga empat minggu, menghasilkan karya dengan detail halus dan berkualitas.
“Kami berusaha menjaga kualitas di setiap proses, mulai dari desain hingga hasil akhir, agar kebaya yang dihasilkan tidak hanya indah dipandang, tetapi juga nyaman digunakan,” ujar Ny. Kadek Ariasih.
Kebaya bordir yang dihasilkan mengusung motif flora dan fauna dengan perpaduan warna yang variatif. Desain tersebut mengikuti perkembangan tren busana adat Bali yang semakin modern tanpa meninggalkan nilai estetika dan kesopanan.
Di sisi pemasaran, strategi “jemput bola” masih menjadi andalan. Ny. Kadek Ariasih aktif menawarkan produknya langsung kepada konsumen, sekaligus memperluas jangkauan pasar.
“Kami juga terus berupaya memperluas pasar, baik melalui bazar di luar daerah maupun promosi lewat media sosial agar produk kami semakin dikenal,” tambahnya.
Produk Kembang Pucuk Bordir kini telah dikenal di berbagai wilayah di Bali, bahkan turut dipasarkan melalui bazar di Bandung dan Jakarta. Selain itu, karya-karya bordirnya juga rutin dipamerkan di Art Center Denpasar sebagai bagian dari upaya promosi.
Permintaan kebaya bordir yang terus meningkat menjadi peluang besar bagi pelaku UMKM. Masyarakat kini semakin membutuhkan busana adat yang tidak hanya sopan, tetapi juga nyaman serta memiliki nilai estetika tinggi.
“Ke depan, kami ingin terus berinovasi dan memberdayakan lebih banyak tenaga kerja rumahan agar usaha ini bisa memberikan manfaat yang lebih luas,” pungkasnya.
Di tengah kesibukan mengelola usaha, Ny. Kadek Ariasih tetap menjalankan perannya sebagai ibu rumah tangga dan anggota Persit. Dedikasi tersebut menunjukkan bahwa usaha kecil dapat tumbuh dan berkembang dengan komitmen, kerja keras, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan zaman.
Kembang Pucuk Bordir menjadi contoh nyata bahwa UMKM lokal mampu bertahan dan berkembang, sekaligus memberikan kontribusi bagi perekonomian keluarga dan lingkungan sekitar.
Penulis: Ketut Catur
Editor: Oka Suryawan



