Waspadai Maraknya Daging Babi dan Daging Ayam Tiren Menjelang Bulan Ramadhan

- Advertisement -
- Advertisement -

BANDUNG, Balipuspanews.com – Bulan Ramadhan 1440 H sudah diambang pintu, bagi um’mat beraga Islam dan beriman tentu saja pada bulan Ramadhan diawajibkan menjalankan ibadah puasa selama 1 bulan penuh.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mengintruksikan ke jajarannya Bupati dan Walikota melalui Dinas Peternaka dan Perikanan untuk melakukan kegiatan rutin menjelang bulan puasa sampai lebaran memantau kegiatan pasar. Baik pasar yang dikelola oleh PD. Pasar maupun Pasar Tradisional.

Hal itu guna mengantisipasi akan adanya peredaran daging babi dan daging ayam berformalin atau ayam tiren. Dikarenakan setiap menjelang bulan puasa (Ramadhan) tidak menutup kemungkiman, akan adanya peredaran daging yang dimaksud masuk ke pasar – pasar oleh orang yang tidak bertanggung jawab atau ulah pedagang nakal sesa’at di bulan Ramadhan.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bandung Barat Unang Husni Tamrin pada sa’at melakukan Sidak ke pasar Tagog Padalarang Jum’at (3/5/2019) disela – sela kesibukannya mengatakan. Pihaknya melakukan sidak untuk mengantisipasi adanya peredaran dan penjual daging celeng di pasar.

Berdasarkan penemuan dari daerah lain kata Unang, daging celeng dijual dengan dicampur sama daging sapi atau kambing. Secara kasat mata sulit membedakan anatara daging celeng dengan daging sapai atau daging kambing. Yang hanya bisa membedakan yakni bau dagingnya berbeda.

“kalau daging sapi atau daging kambing bau nya ada ciri khas, namun kalau daging celeng berbau amis yang tidak muncul dari daging kambing atau sapi. Sulit membedakan jika dilihat dari tektur antara daging celeng dengan daging kambing dengan warnanya sama” ungkap Unang kepada Balipuspanews.com.

Pada kegiatan Inspeksi Mendadak (Sidak) selain Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bandung Barat Unang Husni Tamrin, nampak hadir Kepala Seksi Zoonosis dan Kesejahteraan Hewan Acep Rohimat.

Menyinggung soal peredaran daging celeng di pasar Husni menegaskan belum ditemukan adanya penjual daging celeng atau penyuplai daging celeng. Untuk sementara waktu belum ditemukan. Akan tatapi pihaknya tetap dengan rutin melakukan pengawasan ke satiap pasar – pasar. Dan menurut rencananya dua kali selama sepekan.

Daging ayam berformalin

“minimalnya kami memberikan rasa tenang dan khusus bagi ummat muslim dalam melaksanakan ibadah puasa. Jangan sampai ada isu soal daging celeng terjual dipasar, hal ini bisa mengganggu ibadah puasa-nya” ucap nya.

Dari hasil investigasi Balipuspanews.com di beberapa pasar di wilayah Bandung termasuk Pasar Tagog Padalarang. Harga kebutuhan pokok sudah mulai kenaikan, diantaranya telor mencapai harga Rp. 25.000/kg sebelumnya Rp. 21.500, Bawang Putih Rp. 50.000/kg sebelumnya Rp. 38.000/kg.

Sementara harga daging ayam Rp.36.000/kg sebelumnya Rp. 30.000/kg. Untuk harga daging sapi Rp. 110.000/kg harga sa’at ini Rp. 15.000/kg. Sedangkan untuk harga sayur mayur seperti tomat Rp. 12.000/kg sebelumnya Rp. 4.500/kg, akan tetapi harga bawang merah ada penurunan dari Rp. 40.000/kg menjadi Rp. 32.000/kg.

Pengakuan salah satu pedagang Ateng (55) warga Ibun Kabupaten Bandung Jum’at (3/5/2019) sekitar pukul 19.30 WIB di kedai Pring Kuning Ibun Kabupaten Bandung kedai milik Kabiro Balipuspanews.com menuturkan. Selama beberapa hari kehabisan stok bawang putih dan telor. Diakuinya harga bawang putih di Garut dari penyuplai dihargai Rp. 60.000/kg.

“saya tidak jadi membeli, biasanya dalam 1 minggu 4 atau 5 karung bawang putih terjual habis. Dengan adanya kenaikan harga, sementara waktu tidak menjual bawang putih terkecuali keadaan mendesak dari para konsumen pedagang eceran (warung)” tutur Mang Ateng. (yadi/bpn/tim)

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular