Sukses, Target KPU Bali Tercapai

- Advertisement -
- Advertisement -

DENPASAR TIMUR, balipuspanews.com- Sebagai penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali telah sukses dengan dua target yang dipasang pada Perhalatan Pemilu 17 April 2019 lalu, yakni target peningkatan partisipasi masyarakat untuk memilih dan target tidak masuk ranah Mahkamah Konstitusi (MK ) atau melaporkan keberatan ke MK.

Kepala KPU Provinsi Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan mengatakan, target pertama mengenai partisipasi pemilih di Provinsi Bali, dari Daftar pemilih Tetap (DPT) dan Daftar Pemilih Khusus (DPK) atau warga yang memiliki hak pilih namun belum terdaftar DPT mencapai angka partisipasi 81,9 persen hampir 82 persen. Dari target yang dipasang Provinsi Bali 80 persen terlampaui.

” Naik 1,9 persen dari target Provinsi Bali yang hanya 80 persen,” katanya
saat menggelar ‘Media Gathering’ pasca Pemilu Jumat (17/5) di Denpasar.

Lidartawan juga yakin dengan target kedua akan tercapai yaitu terkait
gugatan atau keberatan melaporkan ke MK dari Bali belum ada. Terbukti dari proses keterbukaan seluruh Partai Politik (Parpol), pasangan calon dan DPD, tidak ada keberatan. Sampai Pleno baik di tingkat Provinsi Bali maupun sudah di Pusat untuk Provinsi Bali belum ada indikasi keberatan.

BACA :  Wali Kota Jaya Negara Hadiri Puncak Karya Pelebon I Gusti Ayu Badri

“Mudah-mudahan nanti sampai ambang batas waktu 25 mei pengajuan keberatan tidak ada laporan. Ini menunjukkan periode pengabdian KPU di Provinsi Bali bisa di tercapai. Lagi diperjelas, Saya optimis keduanya pasti tercapai target ini,” tegasnya didampingi Gde John Darmawan, yang juga Komisioner Divisi Sosialisasi KPU Bali.

Lebih lanjut dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada
masyarakat Bali atas kepedulian terhadap pesta demokrasi yang berlangsung serentak seluruh tanah air, atas kehadirannya saat pemilu berlangsung.

“Atas komitmen kita semua masyarakat Bali, yang memiliki kepedulian dalam pelaksanaan pemilu, saya ucapkan terima kasih,” ucapnya.

Dibandingkan, lanjut Lidartawan, partisipasi pada pemilihan Gubernur dulu, yang hanya mencapai 72 persen, kini naik 10 persen menjadi 82 persen.

Meningkatnya partisipasi di Bali kata Lidartawan pada umumnya karena Pileg (Pemilihan Legislatif) berbarengan dengan Pilpres (Pemilihan Presiden) jadi ada daya tarik masyarakat untuk memilih atau datang ke TPS. “Nah, otomastis banyak orang bergerak untuk mensosialisasikan, dari caleg, pilpres, DPD, termasuk juga dari KPU Bali, terangnya.

Selain itu, karena Calon yang diminati atau elitabilitas calon. Dan yang ketiga, karena masing-masing Desa memiliki tabiat masing masing. (Bud/bpn/tim).

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular