Acara “From Black Box to Boardroom” di Bali, Tracy Wilkinson Bahas Tata Kelola AI dan Masa Depan Bisnis di Bali

- Advertisement -
- Advertisement -

BADUNG, balipuspanews.com – Kecerdasan buatan (AI) kian menjadi penentu arah bisnis global. Menjawab tantangan itu, para pelaku usaha dan pemikir progresif berkumpul di Bali dalam acara “From Black Box to Boardroom: AI Governance Made Simple”, Selasa (30/9/2025), untuk membahas peran AI dalam tata kelola, pengambilan keputusan, hingga keberlanjutan bisnis.

Para pelaku usaha dan pemikir progresif berkumpul di Bali dalam acara “From Black Box to Boardroom: AI Governance Made Simple”, Selasa (30/9/2025)
Para pelaku usaha dan pemikir progresif berkumpul di Bali dalam acara “From Black Box to Boardroom: AI Governance Made Simple”, Selasa (30/9/2025)

Dalam sambutannya, Tracy Wilkinson menekankan pentingnya kerangka tata kelola di era yang semakin digerakkan oleh teknologi AI. Menurutnya, pemanfaatan alat berbasis AI dapat membantu organisasi dalam menganalisis data, menyusun kerangka kerja, serta memastikan akuntabilitas di setiap level pengambilan keputusan.

Tracy Wilkinson juga menjelaskan pentingnya membangun pemahaman yang lebih inklusif mengenai perubahan tata kelola bisnis di era AI.

“Dunia bergerak sangat cepat, khususnya dalam teknologi dan AI. Banyak pelaku usaha belum memahami bagaimana AI diterapkan pada bisnis mereka, dan sering kali membuat kesalahan karena kurangnya panduan. Saya sendiri bukan ahli AI, namun saya ingin dikelilingi orang-orang yang berkompeten agar bersama-sama bisa menjaga para pekerja di dalam perusahaan menghadapi dunia baru ini,” ungkapnya.

BACA :  Jurnalis Bali Gelar Doa Bersama untuk Lima Wartawan dan Tiga Awak Kapal yang Hilang di Selat Sunda

Wilkinson menekankan bahwa transformasi digital tidak boleh hanya berorientasi pada efisiensi semata. Menurutnya, pemilik bisnis juga memiliki tanggung jawab untuk melindungi pekerja yang terancam tergantikan oleh teknologi.

“Kita memang bisa mengganti manusia dengan komputer dan mungkin menghemat biaya. Tapi para pekerja itu punya keluarga dan komunitas. Di Indonesia, khususnya di Bali, penting bagi kita mencari cara agar mereka bisa beradaptasi dengan teknologi baru tanpa kehilangan pekerjaan dan tetap dihargai karena mampu mengintegrasikan AI ke dalam karier mereka,” tambahnya.

Sesi berikutnya diisi oleh Sonia Szuba, Pendiri PT Sama Sama Space, yang membagikan pengalamannya dalam membangun bisnis pemasaran influencer lintas negara, menghubungkan perusahaannya di Polandia dengan Indonesia.

Paparannya memicu diskusi dinamis terkait tata kelola, ekosistem influencer, serta tantangan melakukan ekspansi di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital.

Adrian Watkins, investor serial, mentor start-up, sekaligus SVP Commercial Operations and Governance di perusahaan AI global SQREEM Technologies, turut memberikan masukan strategis. Ia menawarkan sejumlah saran, di antaranya:

BACA :  HUT ke-34, Perumda Panca Mahottama Didorong Perkuat Pelayanan Air Minum

Tata Kelola & Perlindungan: Menetapkan peran yang jelas, memperkuat perlindungan hukum, dan menciptakan tata kelola yang solid.

Kejelasan Model Bisnis: Vendor berlangganan, influencer berpartisipasi gratis, sementara platform (Daisy/Sama Sama Space) memperoleh pendapatan dari sistem voucher dan cashback.

Tantangan & Risiko: Edukasi vendor, mobilitas influencer di Bali, serta memastikan nilai maksimal bagi semua pihak dalam ekosistem.

Peluang Pertumbuhan: Memanfaatkan gamifikasi, ulasan komunitas, dan kampanye berbasis komunitas untuk memperluas skala bisnis.

Pemanfaatan AI: Mengidentifikasi persona pelanggan, mengoptimalkan otomatisasi platform dengan live data, serta memperkuat kredibilitas berbasis komunitas.

Langkah Berikutnya: Pengembangan MVP berbasis mobile, onboarding influencer dengan gamifikasi, dan ekspansi ke pasar regional seperti Vietnam dan Thailand.

Dalam penutupnya, Adrian menegaskan bahwa PT Sama Sama Space memiliki potensi besar untuk tumbuh menjadi ekosistem terpercaya yang menghubungkan merek dengan influencer, sekaligus menciptakan dampak komunitas nyata. Pemanfaatan AI dipandang mampu memperkuat skalabilitas, otomatisasi, dan strategi pemasaran berkelanjutan.

Acara ini terselenggara berkat dukungan Hiro Drinks dan Manulife, yang melalui sponsorship mereka mempertemukan beragam audiens mulai dari inovator, pendiri bisnis, hingga pengambil keputusan yang berkomitmen membentuk masa depan AI dan tata kelola yang lebih transparan.

BACA :  Komisi III DPR Dukung Proses Hukum Pelaku Eksploitasi Anak Ikut Demo 27 Agustus

Penulis : Kadek Adnyana
Editor    : Oka Suryawan 

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular