Gebogan buatan siswa-siswi SMP Negeri 1 Gianyar dalam kegiatan lomba pembuatan gebogan di Aula Sekolah, Jumat (10/5) pagi - Foto : Ketut Catur
Gebogan buatan siswa-siswi SMP Negeri 1 Gianyar dalam kegiatan lomba pembuatan gebogan di Aula Sekolah, Jumat (10/5) pagi - Foto : Ketut Catur
sewa motor matic murah dibali

GIANYAR, Balipuspanews.com – Jelang hari raya Saraswati Sabtu 11 Mei 2019, siswa-siswi SMP Negeri 1 Gianyar mengadakan lomba gebogan untuk sarana upacara piodalan di Padmasana sekolah, Jumat (10/5).

Lomba gebogan ini merupakan acara rutin yang digelar oleh SMP N 1 Gianyar setiap menjelang perayaan hari saraswati yang jatuh pada saniscara umanis watugunung enam bulan sekali, menurut Kepala Sekolah SMPN 1 Gianyar Dewa Nyoman Bawa lomba gebogan ini digelar untuk melestarikan budaya Bali khususnya sarana upacara yakni gebogan.

“Kami dari pihak sekolah memberikan pelajaran untuk siswa siswi kami melestarikan sarana upakara khususnya banten, kami secara rutin menggelar lomba gebogan ini untuk melatih para siswa siswi kami,” ujarnya kepada Balipuspanews.com saat ditemui di Aula SMPN 1 Gianyar, Jumat (10/5) pagi.

Dewa Nyoman Bawa menjelaskan bahwa antusias dari siswa siswi untuk mengikuti lomba gebogan ini sangat besar, hal ini didasari dari konsep yadnya yaitu tulus ikhlas. Terlepas dari beryadnya, siswa siswi juga menerima lungsuran (sisa persembahan, red) dan muncul rasa kebersamaan.

“Dari antusias siswa siswi sangat besar, tidak ada beban sesuai konsep yadnya yaitu tulus ikhlas. Terlepas dari beryadnya, para siswas siswi juga dapat menikmati lungsuran dan hal ini menimbulkan rasa kebersamaan,” pungkasnya.

Ketua Panitia lomba gebogan SMPN 1 Gianyar Putu Budiartha juga menyampaikan terdapat beberapa kateria dalam penentuan pemenang lomba gebogan tersebut, salah satunya adalah memakai buah lokal.

“Salah satu ketentuannya adalah memakai buah lokal, bunga lokal, dan sarana lokal lainnya,” katanya.

Dilanjutkan bahwa para peserta yang terdiri dari 6 orang diberikan waktu selama 1,5 jam untuk menyelesaikan gebogan yang dibuatnya,

“Kami memberikan tempo waktu selama satu setengah jam bagi para peserta untuk menyelesaikan gebogannya,” ujarnya.

Untuk pendanaan lomba sendiri diambil dari iuran siswasiswi masing masing kelas dan sebagian dari sekolah dimana di SMPN 1 Gianyar terdiri dari 24 kelas, terbagi dari 8 kelas 7, 8 kelas 8, dan 8 kelas 9.

“Pendanaan sendiri dari iuran para siswa siswi di masing-masing kelas dan beberapa juga dari sekolah,” ungkapnya.

Salah satu peserta lomba gebogan Ni Made Yuni mengatakan bahwa dirinya sangat antusias mengikuti lomba yang diadakan dan merasa senang karena dapat belajar membuat sarana upakara yaitu gebogan.

“Kami sangat antusias, dapat belajar buat sarana upacara gebogan juga,” ucapnya.

Ni Made Yuni menyebutkan bahwa biaya yang diperlukan untuk membuat satu gebogan ini adalah berkisar antara 300-400 ribu tergantung jenis bahan yang digunakan.(catur/bpn/tim).

Tinggalkan Komentar...