JAKARTA, balipuspanews.com – Untuk membangun sumber daya manusia berkualitas perlu didukung kebijakan kependudukan yang adaptif dan terintegrasi. Pembangunan kependudukan merupakan pilar utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji mengatakan pembangunan berwawasan kependudukan adalah suatu konsep pembangunan di suatu daerah yang berfokus pada penduduk.
Wihaji menegaskan keluarga menjadi fondasi pembentukan karakter bagi generasi muda, karena menjadi dasar dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.
“Keluarga menyediakan fondasi karakter dan nilai-nilai yang kuat bagi generasi muda yang inovatif dengan pengetahuan dan kreativitas tinggi,” kata Wihaji saat launching Akademi Keluarga Indonesia Tahun 2025 di BKKBN, Jakarta, Kamis (18/9).
Lebih lanjut Wihaji mengatakan masa depan Indonesia sangat terkait dengan keluarga yang mendidik generasi mudanya untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Salah satu tujuan dari visi Indonesia Emas 2045 yang diusung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto adalah mewujudkan sumber daya manusia yang unggul, berbudaya, serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Untuk meraih bonus demografi, sangat penting membangun SDM berkualitas dengan didukung kebijakan kependudukan yang adaptif dan terintegrasi, karena pembangunan kependudukan merupakan pilar utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045,” ungkap Wihaji.
Wihaji menjelaskan Akademi Keluarga Indonesia ini dirancang sebagai sebuah program pembentukan karakter remaja melalui pendidikan edukasi dan orientasi yang berfokus pada kesiapan berkeluarga.
“Akademi Keluarga Indonesia bertujuan untuk menciptakan tunas-tunas keluarga sejak dini, menciptakan generasi penerus yang tumbuh menjadi seorang pribadi yang matang, seorang pribadi yang bertanggung jawab membentuk keluarga,” tutup Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji.
Penulis/editor: Ivan Iskandaria.



