26.5 C
Denpasar
07/10/2022, 2:38 PM
NasionalJakartaAkomodir Banyak Paslon Solusi Redam Politik Identitas di Pilpres 2024

Akomodir Banyak Paslon Solusi Redam Politik Identitas di Pilpres 2024

balipuspanews google news
- Advertisement -

JAKARTA, balipuspanews.com – Dahsyatnya dampak negatif politik identitas dalam kehidupan berbangsa dan berbangsa yang kerap dijadikan komoditas politik pada pesta demokrasi Pemilu telah membuat sendi kehidupan berbangsa terkoyak.

Salah satu dampak yang paling dirasakan adalah terbelahnya rakyat menjadi dua kelompok besar dengan sebutan “Cebong” dan “Kampret” pada Pemilu 2019 lalu.

Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid (Gus Jazil) menegaskan pihaknya berupaya keras agar penyelenggaraan Pemilu Presiden (Pilpres) 2024 mendatang tidak terjadi lagi politik identitas.

“Oleh karena itu, menurut saya sangat penting agar pasangan calon presiden itu tidak hanya dua pasangan calon,” ucap Jazilul dalam diskusi Empat Pilar MPR RI dengan tema ‘Merawat Persatuan dan Menolak Politik Identitas Menjelang Pilpres 2024’ di Media center Parlemen, Gedung MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta, Rabu (27/10/2021).

Menurut Jazilul, ada dua hal yang bisa dijadikan parameter sukses penyelenggaraan Pemilu Legislatif, Pemilu presiden dan Pilkada. Parameter pertama, adalah suksesi mengundang partisipasi dan persatuan masyarakat.

Baca Juga :  Rakernas I PKN, Pasek Suardika: Kader Harus Loloskan 3 Etape yang Dicanangkan Partai

“Dan suksesi itu juga tidak menimbulkan politik identitas,” ucap Jazilul Fawaid yang akrab disapa Gus Jazil.

Untuk mewujudkan itu, Gus Jazil menyarankan agar Pilpres 2024 mendatang didorong menghadirkan jumlah paslon capres/cawapres minimal 3 paslon. Dengan syarat presidensial threshold 20% untuk bisa mengajukan paslon capres/cawapres, Gus Jazil mengaku masih dimungkinkan jumlah minimal 3 paslon bisa terwujud.

“Kalau besok terjadi dua pasangan calon saya yakin politik identitas akan terjadi, karena nanti akan ada pembelahan antara calon presiden yang menggunakan isu agama, isu etnis maupun isu menjatuhkan salah satu karena terjadinya dua kubu,” ujar Gus Jazil yang juga Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Anggota MPR/DPR dari Fraksi Keadilan Sejahtera (FPKS) Mardani Ali Sera mengatakan sebab paling utama dari persoalan ini adalah sistem pendidikan politik di negeri ini yang perlu segera dibenahi.

Sebetulnya menurut Mardani, harmoni dan toleransi sudah menjadi sesuatu yang menyatu. Tidak pernah sebelumnya bangsa ini memiliki masalah karena Founding Father sudah menetapkan Bhinneka Tunggal Ika sebagai simbol negara agar bersatu dalam keragaman.

Baca Juga :  Pemerintah Buat Kebijakan Satu Peta, INDEF: Dapat Mempercepat Pemulihan Ekonomi

Hanya memang, katanya di era kemajuan internet sekarang ini setiap kepala bebas mencari masukan.

“Kita perlu membuat sistem pendidikan yang lebih mampu melakukan internalisasi dialog, diskusi kolaborasi dalam bab yang kritis seperti ini,” sarannya.

Sebenarnya sambung Mardani, biasanya semakin kuat kualitas pendidikan politik maka semakin masyarakat openmind, semakin terbuka terhadap perbedaan pilihan politik.

“Sebetulnya saya mengapresiasi beberapa inisiatif Mas menteri, Mas Nadiem, mulai dari merdeka belajar dan kampus merdeka, itu buat saya sebuah terobosan yang baik tinggal pada tataran aplikasi dan eksekusi itu perlu reformasi birokrasi yang luar biasa,” sebut Mardani.

Anggota MPR/DPR RI lainnya, Guspardi Gaus sependapat menolak politik identitas yang kental dengan isu suku, agama dan ras (SARA). Ia menilai pembelahan di masyarakat bertolak belakang dengan komitmen merawat dan menjaga persatuan dalam bingkai NKRI.

Baca Juga :  KIB Didorong Gelar Konvensi Penjaringan Capres untuk Penguatan Barisan Pendukung

“Politik identitas itu lebih banyak madharat (keburukan) daripada manfaatnya, meski sulit dihilangkan. Mengapa? Indonesia dengan penduduk lebih dari 270 juta jiwa dengan latar belakang yang juga beragam, dalam politik itu pasti akan mempengaruhi nilai-nilai persatuan,” kata Guspardi.

Pengamat Politik Ujang Komarudin berharap para politisi dalam kontestasi Pilpres itu mesti menjadi negarawan. Semua kandidat capres dan Pilkada diuji melalui visi dan misinya. Bukan identitasnya. Karena, politik identitas yang muncul selama ini hanya untuk menjatuhkan lawan politik.

“Meski dalam hubungan sosial politik itu pasti akan ada konflik di tengah masyarakat yang heterogen ini. Sehingga dibutuhkan sosok yang menjadi teladan. Terlebih membawa dalil-dalil agama, ini pasti sulit bahkan taruhannya hidup mati. Kan susah. Inilah yang mesti dihindari,” ucap Ujang Komarudin.

Penulis : Hardianto
Editor : Oka Suryawan

- Advertisement -
- Advertisment -

Terpopuler

Balipuspanews TV
Video thumbnail
Bupati dan Jajaran Pemkab Buleleng Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-77 Kemerdekaan RI
01:18
Video thumbnail
Sekda beserta Jajaran Pemkab Buleleng Mengucapkan Selamat Hari Ulang tahun ke-77 Republik Indonesia
01:24
Video thumbnail
DPRD Buleleng Beserta Jajaran Mengucapkan Selamat Menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan
01:14
Video thumbnail
Sambutan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, S T Tentang Hari Raya Galungan dan Kuningan
00:53
Video thumbnail
Jajaran Pemerintah Kabupaten Buleleng Mengucapkan Selamat Hari Suci Idul Fitri 1443 Hijriah
01:09
Video thumbnail
Jelang Lebaran, Harga Kebutuhan Pokok di Karangasem Masih Stabil
01:11
Video thumbnail
Pelaku Illegal Logging Ditangkap Petugas TNBB
01:29
Video thumbnail
Memasuki Bulan Ramadhan, Kunjungan Wisatawan ke Desa Penglipuran Menurun
01:23
Video thumbnail
Tahap Perbaikan, Pelabuhan Padangbai Hanya Operasikan Satu Dermaga
01:27
Video thumbnail
Wujudkan Keselamatan Mudik Lebaran, Dishub Denpasar Cek Kondisi Angkutan
02:26
Video thumbnail
Nikahi Wanita Pujaan, Tersangka Narkoba Dikawal Ketat Polisi
03:03
Video thumbnail
Panen Raya, Karangasem Semakin Menggeliat Jadi Sentra Kapas
03:58
Video thumbnail
Jelang Arus Mudik, Sejumlah SPBU di Jembrana Diperiksa
02:41
Video thumbnail
Denpasar Akan Jadi Pilot Project Transisi Energi Bersih
02:29
Video thumbnail
Diserbu Pembeli, Agen Migor Curah di Pasar Negara Kehabisan Stok
01:42
Video thumbnail
Stok Solar untuk Nelayan Mulai Aman
02:17
Video thumbnail
Megangsingan Diinstruksikan Jadi Agenda Rutin Kepariwisataan
03:19
Video thumbnail
Kasus Gigitan Anjing Rabies Terus Bertambah, Vaksinasi Digencarkan di Zona Merah
01:47
Video thumbnail
Desa Adat Gerokgak Segera Buat Upacara Pasca Sejumlah Makam Dirusak Misterius
02:47
Video thumbnail
Kue “Hati” yang Dibagikan kepada Siswa SMP di Gianyar Negatif Narkoba
03:14
Video thumbnail
Orang Tak Dikenal Bagikan Kue ke Anak Sekolah Viral di Medsos, Polisi Lakukan Pengecekan
02:09
Video thumbnail
Percetakan Terbakar, Api Hanguskan Ribuan Naskah Ujian SD dan SMP se Kabupaten Buleleng
03:27
Video thumbnail
Pertamina Buka Suara Terkait Pasokan Pertalite dan Solar
03:07
Video thumbnail
Covid 19 Melandai, Kasus DBD Melonjak di Karangasem
01:34
Video thumbnail
449 Ribu Lebih Unit Motor di Bali Nunggak Pajak
03:32
Video thumbnail
PTM di Buleleng Dimulai Lagi, Sejumlah Sekolah Masih Terapkan PTM Terbatas
02:09
Video thumbnail
BBM Naik, Pertalite Mulai Langka di Gianyar
01:34
Video thumbnail
April 2022, Sebagian Besar Wilayah Karangasem Diperkirakan Memasuki Awal Musim Kemarau
02:04
Video thumbnail
Harga Minyak Curah di Karangasem Merangkak Naik
01:13
Video thumbnail
Selama Tiga Bulan, Kasus Gigitan Anjing Rabies di Jembrana Tertinggi di Bali
01:24
Video thumbnail
Erick Thohir Minta Fasilitas UMKM Lokal Diperluas di Pelabuhan Sanur
02:13
Video thumbnail
Sembahyang ke Pura Besakih Kena Retribusi, Ini Penjelasan Pengelola
02:30
Video thumbnail
Harga Lebih Murah, Warga Rela Antre Beli Migor Curah
01:09
Video thumbnail
Hujan Deras di Desa Mayong, Jalan Utama Sebagian Ambles Tergerus Longsor
01:49
Video thumbnail
Warga Korban Banjir di Desa Pengambengan Mulai Mengeluh Gatal gatal
02:07
Video thumbnail
Masyarakat yang Ikut Vaksinasi dan Bawa Sampah Plastik, Dapat Sembako
02:54
Video thumbnail
Bangkitkan Heritage City Tour, Sejumlah Dokar Gratis Disediakan di Denpasar
02:06
Video thumbnail
Vaksinasi Booster Masih Rendah, Buleleng Terus Kejar Target
02:31
Video thumbnail
BOR di Rumah Sakit Kabupaten Buleleng 1,72 persen
01:52
Video thumbnail
Presiden Jokowi Terima Pebalap MotoGP di Istana Merdeka
02:28
Video thumbnail
Desa Beraban dan Dauh Peken, Tabanan Ditetapkan Sebagai Desa Ramah Perempuan & Peduli Anak Bersinar
03:49
Video thumbnail
Tanah dan Air Suci dari Pura Pusering Jagat untuk IKN Nusantara Disaksikan Jokowi
03:57
Video thumbnail
Denpasar Targetkan Cakupan Vaksinasi Booster Capai 50 Persen di April 2022
02:33
Video thumbnail
Seluruh RTH Dibuka, Masyarakat Diimbau Jangan Lengah Prokes
01:32
Video thumbnail
Bookingan Kamar Hotel Penonton Moto GP Mandalika di Karangasem Terancam Batal
01:32
Video thumbnail
PTM di Buleleng Masih Dibatasi 50 Persen
01:45
Video thumbnail
Ribuan Lebih Produk Bernilai Puluhan Juta Hasil Penindakan Loka Pom Dimusnahkan
02:37
Video thumbnail
Pendakian Lewat Jalur Pura Pasar Agung Dilarang Jelang Piodalan Purnama Kedasa
01:29
Video thumbnail
Isoter Asrama Undiksha Ditutup
01:52
Video thumbnail
Kasus Terus Melandai, Vaksinasi Booster di Buleleng Terus Digencarkan
01:49
Member of