Angin kencang nelayan parkirkan perahu di tepi laut.
Angin kencang nelayan parkirkan perahu di tepi laut.

NEGARA, balipuspanews.com- cuaca buruk yakni angin kencang yang terjadi di perairan Jembrana, bukan saja menganggu pelayaran. Nelayan tradisional yang tidak mau ambil resiko juga takut melaut.

Akibat angin kencang dan gelombang tinggi yang maih berlangsung di perairan Selatan Jembrana membuat para nelayan tradisional yang biasa melaut mengunakan jukung memilih tidak melaut.

Mereka terpaksa tidak melaut karena khawatir jukung yang digunakan celaka akibat terjangan angin dan gelombang tinggi. Untuk sementara mereka memilih mencari pekerjaan lain atau memperbaiki jukung dan alat tangkap lainnya dan memarkir jukung-jukung miliknya pantai seperti di Perancak, Yeh Kuning hingga di Medewi, Pekutatan.

Seperti nelayan di Perancak dan Yeh Kuning yang tidak melaut karena angin kencang dan arus deras serta gelombang tinggi sangat membahayakan. Begitupula dengan nelayan tradisional di Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan.

Mereka yang biasa melaut dnegan jukung untuk menjaring ikan maupun mencari udang lobster, sudah sekitar seminggu belakangan tidak melaut. “ Kami tidak mau nekat karena resikonya sangat tinggi di tengah laut saat angin. Belum tentu juga bisa mendapat ikan kalau melaut saat cuaca buruk itu,” ujar Misriadi, salah seorang nelayan tradisional.

Untuk mencari nafkah selama tidak melaut Misriadi memilih bekerja serabutan.

Sementara itu Kepala Stasiun Klimatologi Jembrana, Rahmat Prasetia menyampaikan
angin kencang yang terjadi belakangan ini dengan kecepatan maksimum 22 knot.

Terjadinya angin kencang di perairan jembrana ini disebabkan perbedaan tekanan udara yang cukup tinggi antara belahan bumi bagian selatan dan utara. Tekanan udara di belahan bumi selatan mencapai 1025 hPa, sedangkan di belahan utara lebih rendah mencapai 997 hPa.

“Angin kencang ini masih berpotensi terjadi hingga akhir bulan. Perlu diwaspadai terjadi peningkatan gelombang laut di wilayah pesisir selatan dan juga di selat bali bagian Utara,” ujarnya.(nm/bpn/tim)