Angin Kencang, Penyebrangan Tutup

- Advertisement -
- Advertisement -

NEGARA,balipuspanews.com-Unit Pelaksana Pelabuhan (UPP) atau Syahbandar Gilimanuk dan Ketapang, Sabtu (3/8) terpaksa menutup sementara penyebrangan Jawa-Bali. Penutupan penyebrangan sementara itu dilakukan karena angin kencang yang terjadi membahayakan kapal yang sedang berlayar.

Cuaca buruk yakni angin kencang tersebut terjadi memasuki malam hari. Hembusan angin kencang didarat selain mengoyang pepohonan juga merbabangka sampah dan debu. Semakin malam angin semakin kencang sehingga menimbulkan suara gemuruh yang  keras. Warga cukup terganggu dan khawatir dengan cuaca buruk iitu, terutama yang sedang mengemdarai sepeda motor.

“Mata saya perih kena debu dan sepeda motor oleng dihempas angin saat dijalan tadi,” ujar Marwan, yang akan menyebrang ke Jawa.

Karena angin semakin kencang terutama di tengah Selat  dan membahayakan kapal yang sedang berlayar, para nahkoda kemudian menginformasikan ke UPP.

Tidak mau ambil resiko karena angin kencang bisa membuat kapal terseret dan hanyut keluar jalur pelayaran atau bisa terjadi tabrakan UPP Gilimanuk dan Ketapang kemudian menutup penyebrangan sementara mulai pukul 22.10 Wita.

BACA :  Mazda Hadir di BCA Expo Bali 2026, Tawarkan SUV hingga Mobil Listrik

“Dari hasil kordinasi dengan Syahbandar pos Ketapang,dan kapal-kapal  maka sementara keberangkatan kapal kita tunda karena angin kencang,” ujar Kepala UPP kelas ll atau Syahbandar Gilimanuk Ketut Aryadana.

Menurut Arydana untuk di Gilimanuk kecepatan angin tidak sekencang ditengah selat Bali yakni 15 knot.per jam  Sedangkan dari infirmasi perwira jaga di kKtapang,kecepatan angin di Ketapang 32-35 Knot per  jam.

Info dari laporan nahkoda kapal-kapal yang berada di tengah selat Bali  kecepatan angin  tengah 41-42 Knot per jam.”Ditengah jalur pelayaran angin sangat kencang dan beresiko bagi pelayaran,” jelasnya.

karena penyebramga ditutup, sambil menunggu cuaca membaik, semua kapal yang masih sandar tetap bertahan di deaga. Sedangkan yang sedang berlayar mencari tempat yang aman tidak jauh dari pelabuhan  untuk mengapung.

Sedangkan kendaraan yang akan menyebrang menunggu di areal parkir pelabuhan.

Tidak ada antrean panjang kendaraan, hanys terjadi penumpukan di dalam pelabuhan. Setelah sekitar 1,5 jam penyebrangan ditutup, cuaca mulai membaik dimana kecepatan angin mulai mereda.

Memasuki tengah malam sekitar pukul 23.45 penyebrangan dibuka kembali. Semua kapal yang sudah muat langsung berlayar, dusun yang mengapung melanjutkan pelayaranya.

BACA :  Gubernur Bali Apresiasi Pandangan Fraksi-Fraksi DPRD terhadap Perubahan APBD 2026

“Setelah angin agak reda kapal – kapal kita berangkatkan kembali dari Gilimanuk maupun dari Ketapang,” pungkas Aryadana.(nm/bpn/tim)

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular