Gianyar, balipuspanews.com – Harmoni Pagi melaunching album pertama dengan judul “Mulih ke Bali” sebagai sebuah refresentasi dilema masa depan dan cinta.
“Album pertama dengan judul “Mulih ke Bali” pada tanggal 27 Juli 2018 di “Waroeng Nusantara” (Ray Peni),” kata salah satu pemain keyboard Harmoni Pagi, I Wayan Kertayasa ketika diwawancara di Denpasar, Senin (27/8).
Menurut Kertayasa, Inspirasi dari lagu-lagu yang mereka ciptakan datang dari berbagai fenomena kehidupan masyarakat.
Seperti halnya banyak anak muda Bali yang merantau ke luar negeri, disisi lain itu adalah sebuah prestasi namun ada beberapa hal yang harus mereka korbankan, seperti halnya meninggalkan sang kekasih di Bali.
Ada semacam keresahan yang mereka rasakan dengan tantangan meninggalkan Bali, dari hal itulah muncul ide untuk membuat lagu dengan judul “Mulih ke Bali”
Musik sebagai wadah kreasi seni tentu tidak akan pernah ada matinya. Tidak terkecuali di Bali, ada banyak potensi-potensi musisi muda yang mampu menghasilkan karya-karyanya.
“Mereka tidak perlu berkarya dibawah naungan label dan bisa secara independent memproduksi karya musiknya,”katanya
Lebih jauh Kertayasa mengatakan banyaknya home recording tentu memberikan kemudahan bagi band-band indie yang ada di Bali.
Salah satu band yang mampu menghasilkan karya-karya dengan memproduksi karyanya sendiri adalah Harmoni Pagi.
Seperti diketahui Harmoni Pagi adalah salah satu band indie bali yang telah berdiri sejak 15 Juni 2016. Dalam perjalannya, mereka telah mampu melaunchingkan album pertama dengan judul “Mulih ke Bali” pada tanggal 27 Juli 2018 di Waroeng Nusantara (Ray Peni).
Pada acara launchingnya tersebut, ada beberapa band-band yang terlibat seperti, Mr. Ryan , Aditya Kameswara, Ray Peni dan beberapa pengisi acara lainnya.
Acara tersebut berlangsung sangat meriah dengan dihadiri pula oleh beberapa penggemar musik bali dan Ketua Paguyuban Penggemar Gending Bali, I Ketut Warna sangat mengapresiasi acara musik semacam itu sebagai wadah positif anak muda berkreasi.
Harmoni Pagi beranggotakan tiga personel yakni, Wira Gunarta (gitar, vocal), Wija Antara (drum box) dan Kertayasa (keyboard). Pada album pertama tersebut berisi 6 buah lagu yang secara umum bertemakan cinta universal.
Mengenai genre musik Harmoni Pagi, sampai sekarang mereka masih konsisten dengan genre pop, jika pada prosesnya akan beralih genre, itu adalah hal biasa karena musik sifatnya dinamis. Hadirnya Harmoni Pagi diharapkan mampu memberikan warna baru terhadap musik Bali dan keberagaman lagu Bali itu sendiri.
Nama Harmoni Pagi diberikan filosofi mendalam oleh para personelnya, Harmoni Pagi adalah sebuah refresentasi dari alam yang indah, tempat mereka melahirkan karya-karyanya, entah itu suatu gunung atau pun di pesisir pantai.
Mereka yakin ispirasi yang datang adalah anugrah, inspirasi yang datang bisa dimanapun dan kapanpun dan tidak semua orang mampu memanfaatkan inspirasi yang muncul itu. Oleh mereka, nama Harmoni Pagi dipilih untuk merefresikan tentang keindahan alam Pulau Bali serta cara mereka berterima kasih kepada semesta alam. (kerta/bpn/tim)



