Antisipasi PMK, Kandang Babi Disemprot Disinfektan

- Advertisement -
- Advertisement -

JEMBRANA, balipuspanews.com- Meski belum ditemukan ada kasus positif penyakit mulut dan kuku (PMK) di Jembrana, namun peternak tetap melakukan langkah antisipasi. Seperti yang dilakukan peternak babi di Banjar Sumbersari, Desa Melaya.

Mereka gencar melakukan penyemprotan desinfektan di kandang babi miliknya. Penyemprotan ini dilakukan agar kandang babi mereka bebas dari penyakit termasuk kuman PMK.

“Selain dibersihkan kami juga rutin melakukan penyemprotan rutin untuk mengantisipasi penyakit,”ujar peternak asal Desa Melaya, I Komang Latra Jana, Kamis (2/6/2022).

Selain menjaga kebersihan kandang dan penyemprotan disinfektan, kotoran babi peliharaannya juga tidak dibuang begitu saja. Tetapi dibuatkan septic tank.

Dari 4 los kandang miliknya semuanya dibuatkan septic tank untuk menampung kontoran dan limbah kandang.

“Masing-masing kandang saya buatkan septic tank. untuk mencegah bau dan lalat. Juga menghindari penyakit,” jelasnya didampingi Pengawas Bupda Desa Adat Sumbersari I Ketut Subanda Birangga.

Komang Latra mengakui jika ada babi peliharannya sakit, ia segera memanggil dokter. Dan segera diberikan obat-obatan. Untuk menghasilkan babi yang berkualitas dengan pertumbuhan yang baik. Pihaknya sangat memperhatikan pakan babi.

BACA :  Atap Bangunan SDN 3 Kalibukbuk Ambruk Dihantam Angin Kencang

“Usaha ini harus fokus dan tekun. Jika dipelihara dengan baik 4 bulan sudah Bisa satu kawin tak beratnya dan bisa panen,” ungkapnya.

Subanda Birangga yang juga Bendesa Adat Sumbersari, menambahkan BUPDA (Badan Usaha Milik Desa Adat) Sumbersari kini sedang mengembangkan unit usaha peternakan babi. Dengan jumlah 13 peternak.

Anggota diberikan pendampingan dan modal usaha hingga penjualan.
Untuk mencegah penyakit juga ada pendampingan dari tim BUPDA.

“Pakan juga kami sediakan. Nanti itu semua diakumulasikan,”ujarnya.

Peternak yang merugi juga diatur dalam perarem. Dimana jika rugi karena wabah penyakit BUPDA akan memberikan subsidi. Namun jika karena kelalaian dari peternak itu menjadi tanggung jawab peternak.

Penulis: Anom
Editor: Oka Suryawan

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular