GIANYAR, balipuspanews.com – Pandemi Covid-19 menyebabkan berbagai hal menjadi susah. Tak terkecuali dalam berbuat kebaikan. Kondisi tersebut saat ini tengah dialami oleh pihak manajemen Bebek Tepi Sawah (BTS), yang berlokasi di Jalan Raya Teges, Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Gianyar, Minggu (18/7/2021).
Informasi dihimpun, restoran ternama langganan Presiden Indonesia, Jokowi tersebut sejak Sabtu 17 Juli 2021 telah melakukan aksi bagi-bagi sembako gratis untuk semua masyarakat yang membutuhkan. Dimana sembako tersebut digantung di depan restoran, dan bisa diambil oleh masyarakat yang melewatinya.
Di hari pertama, kegiatan tersebut berjalan lancar tanpa adanya kerumunan, diduga karena belum banyak orang yang tahu. Namun di hari kedua tepatnya Minggu (18/7/2021), aksi sosial yang dilakukan restoran milik Jro Nyoman Sumerta tersebut telah diketahui banyak masyarakat.
Sontak, begitu pihak BTS akan memulai kegiatan pembagian sembako, masyarakat sudah berkerumun menantikan bantuan tersebut.
Dikarenakan pihak BTS tak ingin kegiatan sosialnya justru membahayakan masyarakat, merekapun memilih membatalkan pembagian sembako tersebut.
Menajer Bebek Tepi Sawah, Eka Setiawan alias Iwan membenarkan hal tersebut. Kondisi ini membuat pihaknya dilematis. Kata dia, jika pembagian sembako tersebut tetap dilakukan, maka pihaknya akan merasa bersalah jika ada warga yang terpapar Covid-19 saat dalam antrian. Namun di satu sisi, antusias masyarakat yang datang, menunjukkan mereka sangat mengharapkan bantuan tersebut.
Dimana bantuan yang diberikan pihaknya adalah, sembako yang terdiri dari, dua kilogram beras, satu gelas minyak goreng dan dua buah mie.
“Terpaksa tadi kami batalkan, karena saat pembagian sembako mau dibuka, masyarakat banyak sekali yang mengantri. Sebetulnya kami dilematis, kasihan masyarakat yang sudah menunggu mengharapkan bantuan. Tapi kami juga tidak bisa membiarkan kerumunan itu, jadi sangat terpaksa kami batalkan,” ujarnya.
Terkait sampai kapan pembatalan aksi sosial tersebut, Iwan belum bisa memutuskan. Sebab pihaknya masih memikirkan cara untuk mengantisipasi kerumunan.
“Kami masih memikirkan cara agar tidak terjadi kerumunan. Tapi maunya kami sih mobile atau berkeliling memakai mobil, tapi belum bisa kami putuskan. Tapi yang jelas, pembagian sembako ini akan kembali dilakukan, tapi dengan cara yang lebih baik lagi,” tandasnya.
Sedangkan Kapolsek Ubud, AKP I Made Tama mengatakan bahwa pihaknya menerima informasi telah adanya kerumunan di kawasan Teges Ubud. Setelah di cek, ternyata warga mengantri untuk dibagikan sembako. Akan tetapi kegiatan tersebut batal dilaksanakan.
“Dari BTS kegiatan pembagian sembako batal dilaksanakan, petugas sudah cek di lokasi,” ucapnya.
Penulis : Ketut Catur
Editor : Oka Suryawan



