26.8 C
Denpasar
19/05/2021, 5:18 AM
BaliBulelengBenda Bersejarah Banyak Ditemukan di Buleleng, Warga Diharapkan Bisa Ikut Lestarikan

Benda Bersejarah Banyak Ditemukan di Buleleng, Warga Diharapkan Bisa Ikut Lestarikan

balipuspanews google news

BULELENG, balipuspanews.com – Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) dan Balai Arkeologi Bali bersama dengan akademisi sejarah dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) serta Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Buleleng menindaklanjuti penemuan sarkofagus di Dusun Gunung Sari, Desa Tegallinggah, Kecamatan Sukasada.

Informasi yang berhasil dihimpun seorang warga bernama Gede Rediawan menemukan sarkofagus saat dirinya ingin membuat bataran pelinggih. Ketika sedang menggali tanah, ditemukan kondisi seperti keras dan bertepi. Semakin dalam digali, terlihat jelas sarkofagus tersebut dengan kondisi yang masih utuh dan sangat baik.

Menindaklanjuti laporan dari masyarakat, Disbud Buleleng melalui Bidang Sejarah dan Cagar Budaya mendatangi lokasi penemuan. Kedatangan tim untuk mendata dan mengukur sarkofagus tersebut.

Kepala Bidang Sejarah dan Cagar Budaya Disbud Buleleng Gede Angga Prasaja menjelaskan sarkofagus yang ditemukan memiliki panjang 1,080 meter. Kedalamannya berukuran 0,458 meter dan memiliki diameter 0,189 meter. Ketebalan sisi kanan sarkofagus ini 0,181 meter dan sisi kirinya 0,189 meter. Serta lokasi koordinatnya adalah 50L0288513 UTM 9093684.

Selanjutnya pihaknya akan melakukan sosialisasi ke desa-desa terkait penemuan benda yang diduga cagar budaya. Jika ada masyarakat yang menemukan benda-benda seperti itu, agar diamankan terlebih dahulu. Untuk selanjutnya dilaporkan ke pihak desa. Nantinya, pihak desa yang akan melaporkan ke Disbud.

“Disbud Buleleng pasti akan melaporkan juga ke pihak terkait seperti Balai Arkeologi dan BPCB. Kami juga akan mendata mana desa-desa yang dapat dipetakan sebagai desa yang banyak terdapat objek atau benda yang diduga cagar budaya tersebut,” ungkapnya.

Kemudian Berdasarkan hasil pengamatan, Kepala Balai Arkeologi Bali I Gusti Ngurah Suarbawa menjelaskan kondisi dari penemuan situs sudah sebagian besar kehilangan konteks. Sehingga untuk pembahasan atau analisis tidak bisa tuntas.

Dalam konteks budaya, wilayah Dusun Gunung Sari, Desa Tegallinggah ini pernah terjadi kehidupan zaman prasejarah. Ini disebabkan karena daerah-daerah sekitar juga ditemukan sarkofagus. Seperti di Desa Selat yang berdekatan dengan Desa Tegallinggah juga ditemukan sarkofagus. Termasuk Daerah Tigawasa juga pernah ditemukan sarkofagus.

“Bahkan jika ditarik ke atas lagi, di Tamblingan banyak ditemukan bukti-bukti seperti itu. Jadi ada pertalian kebudayaan dari manusia di sini sebelumnya. Masa-masa sebelum masehi atau awal-awal masehi,” jelasnya beberapa hari sebelumnya.

Untuk masyarakat yang menemukan benda diduga cagar budaya diharapkan untuk jangan diganggu dulu temuan tersebut. Apapun bentuknya apakah tulang, sarkofagus dan sebagainya. Dilaporkan terlebih dahulu dan memberikan kesempatan kepada pihak yang berwenang untuk menganalisis dan mengetahui lebih lanjut apa sesungguhnya benda tersebut.

“Termasuk juga untuk mengetahui latar belakang sejarah dari benda tersebut,” terangnya.

Dari segi pelestarian, Kepala Seksi Pengamanan dan Penyelamatan BPCB Bali I Dewa Gede Maruti mengatakan jika sarkofagus yang ditemukan ditetapkan sebagai cagar budaya, agar dilestarikan di desa tempat penemuan.

Mengingat benda tersebut sebagai bukti atau jati diri dari Desa Tegallinggah. Menunjukkan ada peradaban pada zaman itu. Jika diangkut ke BPCB, bukti sejarah dari desa akan hilang. Peran serta masyarakat juga diharapkan untuk menjaga dan melestarikan bukti-bukti sejarah yang ditemukan.

“JIka dikatakan Desa Tegallinggah adalah Desa Tua, buktinya nanti tidak ada. Biar dilestarikan di Desa atau di Kabupaten seperti ditaruh di museum,” tutupnya.

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan

- Advertisement -
- Advertisment -
Balipuspanews TV
Video thumbnail
Libur Idul Fitri, Pantai Sanur Tetap Jadi Destinasi Favorit Dikunjungi Wisdom
03:41
Video thumbnail
912 Peserta Ikuti Pameran Bonsaidi Alun-alun Kota Gianyar
05:38
Video thumbnail
Pedagang Sudah Pindah, Aktivitas Pasar Banyuasri Telah Dijadwalkan
02:35
Video thumbnail
Longsor di Dua Desa Wilayah Kecamatan Sawan, Kerugian Diperkirakan Ratusan Juta
02:30
Video thumbnail
Putu Supadma Rudana, MBA Mengajak Seluruh Masyarakat untuk Selalu Menerapkan 3M
02:35
Video thumbnail
Pedoman Perayaan Tahun Baru
00:54
Video thumbnail
Strategi Museum Rudana Menjaga Eksistensinya di Tengah Pandemi | Talkshow
44:25
Video thumbnail
Tempat Karaoke Terapkan Prokes, Sterilkan Microphone dengan Mesin Laser
03:13
Video thumbnail
Kebiasaan Baru yang Diterapkan Ketika ke Museum
01:03
Video thumbnail
Ketua Komisi IVDPRD Tabanan I Gusti Komang Wastana,S.Pd Mengajak Masyarakat Disiplin Terapkan Prokes
01:52
Video thumbnail
Kembali Gerebek Desa, Polsek Mengwi Lakukan Penyemprotan Disinfektan Dengan Mobil Water Canon
01:59
Video thumbnail
Tips Solo Travelling di Masa Pandemi
01:17
Video thumbnail
Situasi Ubud Menjelang Tahun Baru 2021
13:36
Video thumbnail
Polsek Selemadeg Barat Semprotkan Disinfektan di Rumah Warga yang Terpapar Covid-19
02:04
Video thumbnail
Tips Aman Menerima Paket di Masa Pandemi
00:42
Video thumbnail
Polres Badung Gelar Aksi Gerebek Desa, Cegah Penyebaran Covid-19
03:23
Video thumbnail
#ingatpesanibu Selalu Menerapkan 3M
00:36
Video thumbnail
Rencana Pembelajaran Tatap Muka Tahun 2021 di Kabupaten Tabanan | Talkshow
19:20
Video thumbnail
Tips Liburan Bersama Keluarga di Masa Pandemi
01:21
Video thumbnail
Minim Kasus Covid 19, Desa Kuwum Dinobatkan Sebagai Desa Tangguh Dewata Oleh Polres Badung
02:39
Video thumbnail
2 Cafe di Tabanan Tak Lengkapi Sarana Prokes,Tim Gabungan Sosialisasi SE Gubernur & Maklumat Kapolri
02:43
Video thumbnail
Tips Ketika Keluar Rumah di Masa Pandemi
01:11
Video thumbnail
Dalam Sehari Tim Yustisi Jaring 143 Pelanggar di Bangli
02:46
Video thumbnail
Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Anak Bermain di Taman Bermain
01:03
Video thumbnail
Aman Shopping ke Level 21 Mall di Tengah Pandemi Covid-19 | Talkshow
20:01
Video thumbnail
Hal-hal yang Harus Diperhatikan Ketika Berbelanja di Mall
00:47
Video thumbnail
Etika Bersin yang Benar
00:45
Video thumbnail
Nak Ubud Gelar Pasar Kaget, Sebagian Hasil Penjualan Didonasikan Bagi yang Terdampak Covid 19
03:03
Video thumbnail
Tips Aman ke Bank di Masa Pandemi
01:00
Video thumbnail
Beri Kenyamanan Pengunjung, Objek Wisata Taman Nusa Terapkan Prokes Covid-19 | Talkshow
27:17
Video thumbnail
Sidak Masker di Padangsambian Kaja Denpasar, 20 Pelanggar Terjaring
04:10
Video thumbnail
5 Waktu Penting Cuci Tangan Dengan Sabun
00:48
Video thumbnail
Tekan Kasus Penyebaran Covid 19 Desa Dauh Puri Kelod Gelar Monitoring Prokes Sasar Tempat Usaha
03:08
Video thumbnail
Hal-hal yang Harus Diperhatikan Ketika Mengantri
01:03
Video thumbnail
Hal-hal yang Harus Diperhatikan Ketika Berwisata
00:54
Video thumbnail
Tips Menaiki Pesawat di Masa Pandemi
01:06
Video thumbnail
Ops Yustisi Sasar Wilayah Simpang Kampus Unud Jimbaran, Petugas Temukan 8 Pelanggar Prokes
02:45
Video thumbnail
Hal-hal yang Mesti Diperhatikan Setelah Keluar Rumah
00:48
Video thumbnail
Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Desa Bengkel, Tabanan | Talkshow
28:42
Video thumbnail
Satu Orang di Denda, Saat Tim Yustisi Laksanakan Sidak Prokes di Desa Tibubeneng Badung
03:39
Video thumbnail
Gaya Hidup Sehat yang Bisa Diterapkan di Tengah Pandemi
01:03
Video thumbnail
Kasus Fluktuatif, Klungkung Kembali Masuk Zona Orange Covid-19
02:38
Video thumbnail
Perlengkapan yang Wajib Dibawa Dalam Tas di Masa Pandemi
00:57
Video thumbnail
Pelanggar Prokes di Denpasar Capai 1 000 Lebih Dalam 4 Bulan
02:34
Video thumbnail
Protokol Kesehatan di Tempat Ibadah
00:57
Video thumbnail
Operasi Tertib Masker di Jalan Denpasar Gilimanuk, Petugas Gabungan Temukan 17 Pelanggar
01:51
Video thumbnail
Tips Berkendara di Masa Pandemi
01:12
Video thumbnail
3 Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Berkunjung ke Suatu Tempat
00:47
Video thumbnail
Langkah Mencegah Kluster Keluarga
01:03
Video thumbnail
Usai Tugas Pilkada, Puluhan Personel Polres Klungkung Swab Test
02:39
Member of