KARANGASEM, balipuspanews.com – Pohon beringin raksasa yang diperkirakan berusia ratusan tahun tumbang dan menimpa bangunan wantilan atau bale pegongan di Pura Pemaksan, Banjar Adat Mendira, Desa Sengkidu, Kecamatan Manggis, Karangasem, Rabu (28/10/2026). Peristiwa tersebut mengakibatkan sejumlah bangunan pura mengalami kerusakan dengan estimasi kerugian mencapai Rp 50 juta.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut. Padahal, saat itu masyarakat setempat tengah melaksanakan kegiatan upacara keagamaan di wilayah tersebut.
Kepala Desa Sengkidu, I Wayan Darpi, mengatakan masyarakat yang berada di sekitar lokasi sempat mendengar suara berderak dari pohon sebelum akhirnya tumbang. Suara tersebut diduga menjadi pertanda bahwa pohon sudah tidak mampu menopang beban batangnya.
“Sebelum pohon tersebut tumbang, masyarakat sekitar sempat mendengar suara krepet-krepet yang menandakan pohon akan tumbang,” kata Darpi, Rabu (28/10/2026).
Mendengar suara tersebut, masyarakat yang berada di sekitar lokasi langsung menjauh untuk menghindari kemungkinan buruk. Beberapa menit kemudian, pohon beringin itu benar-benar tumbang dan menghantam bangunan bale pegongan hingga bagian atapnya hancur.
Darpi menjelaskan, pohon tersebut memiliki batang berukuran besar dengan tinggi sekitar lima meter dan lebar sekitar dua meter. Meski tidak terlalu tinggi, ukuran batangnya cukup besar karena usianya yang diperkirakan telah mencapai ratusan tahun.
Selama ini, masyarakat setempat rutin memangkas ranting pohon agar tidak terlalu lebat. Langkah tersebut dilakukan mengingat terdapat sejumlah rumah warga di sekitar lokasi pohon beringin.
“Kemungkinan pohon tersebut tumbang karena memang sudah usia,” ujar Darpi.
Selain merusak bale pegongan, pohon yang tumbang juga mengakibatkan tembok penyengker pura dan satu palinggih di dekatnya mengalami kerusakan. Total kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp50 juta.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, I Made Aditya Sugiharta, mengatakan pihaknya telah mengerahkan sejumlah personel untuk melakukan penanganan di lokasi kejadian.
Proses penanganan dilakukan bersama masyarakat setempat agar material pohon yang tumbang dapat segera disingkirkan. Upaya tersebut juga dipercepat mengingat masyarakat masih memiliki rangkaian kegiatan upacara keagamaan di wilayah tersebut.
“Pohon yang tumbang cukup besar, saat ini personel masih melakukan penanganan di lokasi,” ujar Aditya.
Penulis: Gede Suartawan
Editor : Oka Suryawan



