Bertemakan “Wasana Kerthaning Gumi”, FSK Resmi Dibuka

Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Karangasem, balipuspanews.com -Sore ini Festival Subak Karangasem yang diselenggarakan di Lapangan Mamed, Desa Sinduwati, Kecamatan Sidemen, Karangasem. resmi dibuka oleh Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri. Festival yang bertemakan “Wasana Kerthaning Gumi” terswbut baru pertama kali dilaksanakan di Bumi lahar yang menyajikan berbagai macam hasil pertanian se Kabupaten Karangasem, Kamis (14/9) pukul 15.00 wita.

“Sektor pertanian memiliki peran yang sangat strategis, khususnya dalam pemantapan ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, dan pemerataan pendapatan. Untuk itu, saya mengajak masyarakat Karangasem, khususnya generasi muda untuk bangga menjadi seorang petani,” ujar Bupati Mas Sumatri.

Pembukaan FSK ditandai dengan pemukulan gong dihadapan ribuan pengunjung yang memadati lapangan. Dalam kesempatan tersebut melalui ajang FSK ini Bupati Sumatri berharap agar Festival ini akan meningkatkan minat masyarakat dan generasi muda di Karangasem untuk menjadi petani. Seperti yang kita ketahui, Kurangnya minat generasi muda untuk menggeluti usaha di sektor pertanian, karena menjadi petani dianggap kumuh atau kotor serta dianggap kurang menjanjikan dibandingkan dengan bekerja di sector jasa lainnya.

Jika dipahami dengan benar, Karangasem juga menyimpan potensi agrowisata yang salah satunya ada di Kecamatan Sidemen, namun semua potensi yang ada belum tergarap secara optimal. Oleh karena itu, jika kita mau untuk bekerja dan berinovasi pasti kehidupan petani akan semakin sejahtera.

Serta dengan momentum FSK ini berharap Subak sebagai warisan budaya dunia tetap lestari, dan pengetahuan serta ketrampilan petani dalam penerapan teknologi pertanian di Kabupaten Karangasem dapat di tingkatkan.

Sementara Kadis Pertanian Karangasem I Wayan Supandhi mengatakan, FSK 2017 ini bertujuan untuk melestarikan subak sebagai warisan budaya, dan menginisiasi tumbuhnya sinergi Pertanian dengan Pariwisata, serta mengedukasi petani dan masyarakat dalam penerapan teknologi pertanian. Selain itu, festival ini  diharapkan juga dapat mempromosikan hasil-hasil pertanian dan menumbuhkan ekonomi kreatif yang berbasis pertanian. 

Dijelaskannya, dalam FSK yang mengambil tema “Wasana Kerthaning Gumi” ini akan dilaksanakan berbagai kegiatan, diantaranya gelar teknologi pertanian, bursa hasil pertanian, Field Trip, demo alat mesin pertanian, forum petani muda, temu usaha, gathering pariwisata pertanian, berbagai lomba hasil pertanian dan parade budaya.

Pembukaan Festival Subak Karangasem 2017 yang berlangsung dari tanggal 14 s/d 16 September 2017 mendatang ditandai dengan dengan pemukulan kepokan bambu bersama yang diikuti I Gusti Made Tusan, Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa, Sekda Karangasem I Gede Adnya Mulyadi, Forkopimda Propinsi/Kabupaten se- Bali, Sekretaris Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementrian koperasi dan UKM, Kepala Bidang Promosi Wisata Buatan Kementrian Pariwisata RI, dan Kepala Dinas Peternakan Provinsi Bali.

Festival Subak Karangasem kali ini diikuti pula unsur perwakilan subak dan subak abian se-Kabupaten Karangasem, Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA), Kelompok Wanita Tani (KWT), para pelaku usaha dan produsen sarana produksi pertanian serta pihak terkait lainnya.

Tinggalkan Komentar...