Gianyar, balipuspanews.com – Taman Nusantara yang digagas Pemerintah kabupaten Gianyar beserta Forum Kerukunan Umat Beragama 4 tahun yang lalu, sejatinya adalah memberi pemahaman pada generasi muda bahwa keanekaragaman agama adalah hal yang biasa.
“Agama adalah sebuah jalan, sedangkan tujuan yang ingin dicapai adalah sama,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar, Drs. I Made Suradnya, saat membuka acara Taman Nusantara Kabupaten Gianyar, di aula SMPN 2 Sukawati, Selasa (1/8).
Fungsi pendidikan menurut Made Suradnya pada dasarnya terbagi atas tiga komponen besar yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya, yaknimengembangkan kemampuan, membentuk watak dan membentuk peradaban manusia.
Suradnya juga menambahkan, kegiatan Taman Nusantara ini sudah kali ke empat diadakan di Kabupaten Gianyar dengan menyasar anak-anak SMP se-kabupaten Gianyar. Tahun ini sama seperti tahun-tahun sebelumnya kegiatan Taman Nusantara kali ini juga bertujuan untuk membangun pengetahuan tentang penyebaran dan akulturasi agama yang ada di Gianyar, membangun pemahaman bahwa keanekaragaman agama yang ada hanya merupakan sebuah jalan yang berbeda, namun menuju tujuan yang sama. Kegiatan ini ingin memberikan pengalaman praktis tentang tempat suci dari agama-agama di Gianyar.
“ Saat hari terakhir kegiatan, kami akan mengajak para peserta untuk mengunjungi perbagai tempat ibadah yang ada di Gianyar, kami ingin mereka mengetahui secara langsung bagaimana tempat ibadah dari agama lainya sehingga muncul rasa saling menghormati dan menghargai,” tegas Suradnya.
Sementara itu, Bupati Gianyar yang diwakli oleh Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, I Wayan Suardana mengatakan kegiatan Taman Nusantara sangat penting, mengingat melalui kegiatan ini kerukunan umat beragama di Kabupaten Gianyar dapat dijaga, karena melibatkan peserta lintas agama. Apalagi kegiatan Taman Nusantara melibatkan FKUB, Kodim,Polres, BNN dan dari kalangan akademisi sebagai nara sumber.
Wayan Suardana yakin program Taman Nusantara dapat membangun pengetahuan dan pemahaman sejak dini anak-anak tentang sejarah perkembangan agama dan pokok-pokok keimanan lintas agama yang ada, pengetahuan tentang wawasan kebangsaan dan bela negara, kenakalan remaja dan narkoba.
“ Dengan pemahaman yang benar saya yakin masalah sara yang sering memicu terjadinya pertentangan di masyarakat dapat ditekan sedini mungkin,” tegas Suardana



