DENPASAR, balipuspanews.com – Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Bali I Nyoman Gede Wiryajaya, menegaskan, banjir bandang yang terjadi beberapa hari terakhir di Bali merupakan rekor baru dari beberapa tahun terakhir terkait cuaca ekstrim yang melanda Bali.
Sebelum bencana terjadi, BMKG sudah merilis prakiraan cuaca hujan yang bakal terjadi pada bulan Maret dan September yaitu musim penghujan.
“Dari awal memprediksi bahwa indonesia secara umum dan Bali pada khususnya bakal terjadi fenomena La Nina. Bukan di Indonesia saja, bahkan dunia,” sebut Wiryajaya saat memberikan keterangan pers di Kubu Kopi, Jalan Hayam Wuruk, Denpasar, Jumat (21/10/2022).
Bencana banjir bandang, lanjut Wiryajaya, yang melanda Pulau Dewata akibat cuaca ekstrim sesuai dengan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika bahwa akan terjadi cuaca ekstrim di Bali.
Dalam prakiraan yang disampaikan dari pusat juga sama, bahkan BMKG Bali mengkrucutkan untuk di wilayah Bali cuaca ekstrim bakal terjadi pada tanggal 16 hingga 21 Oktober. Dari prakiraan ini diteruskan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BMKG) bahwa akan terjadi cuaca ekstrim di Bali.
“Artinya secara akurasi prakiraan yang dikeluarkan BMKG dapat dipercaya, bahkan akurasinya tinggi. Selain itu kerja sama dengan institusi lainnya seperti BPBD juga sudah disampaikan hingga ke BPBD kabupaten/kota di Bali,” bebernya.
Wiryajaya menerangkan, bahwa kalau hujan lebat dalam sehari 24 jam mencapai 50 -100 mm, kalau hujan sangat lebat mencapai 100-150 mm, sementara hujan iklim lebih dari 150 mm, dan yang terjadi pada hujan kemarin (saat banjir, red) mencapai 344 mm merupakan rekor baru di Bali dengan cuaca ekstrim sepanjang beberapa tahun terakhir.
“Curah hujan rata-rata yang terjadi di Bali kemarin diatas 150, jadi sangat ekstrim seperti yang terjadi di Mendoyo, Tegal Cangkring, Yehembang, Penyaringan,” terangnya.
Kata Wiryajaya, fenomena La Nina akan berlangsung pada Desember hingga Februari 2023 mendatang.
Hujan lebat yang ekstreme terjadi di 22 titik 150-344 mm dalam sehari ini merupakan rekor baru.
Penulis: Budiarta
Editor: Oka Suryawan



