Karangasem, balipuspanews.com – Mobilitas kendaraan operasional Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karangasem tidak dibarengi dengan pemeliharaan yang memadai. Minimnya anggaran menjadi kendala utama tidak maksimalnya perawatan. Tidak itu saja. BPBD juga masih kekurangan sarana dan prasarana.
Hal itu diungkapkan oleh Kaalaksa BPBD Karangasem IB Ketut Arimbawa kepada Balipuspanews.com beberapa waktu lalu.
“Kendaraan untuk penanganan bencana mobilitasnya sangat tinggi dan tentunya butuh biaya pemeliharaan lebih besar selain itu kita juga perlu penambahan mobil operasional lapangan,” kata Arimbawa.
Selain itu kata Arimbawa, untuk menunjang penanganan kebencanaan, BPBD juga masih membutuhkan penambahan sarana prasarana terutama sarana penanganan diwaktu hujan, seperti alat pemotong kayu, jas hujan petugas, sepatu boat dan senter kepala untuk penanganan malam hari.
BPBD juga masih kekurangan gudang untuk penyimpanan logistik bahkan garase tempat parkir kendaraan pun hampir seluruhnya difungsikan sebagai gudang penyimpanan terlebih saat ini posko tanggap darurat beserta logistiknya sudah dipindahkan ke kantor BPBD Karangasem.
“Perlunya gudang untuk penyimpanan logistik BPBD dan Dinas Sosial untuk antisipasi terjadi bencana kedepan karena karena Kabupaten Karangasem memliki relisiko bencana tertinggi di Bali,” ujarnya.
Selain itu, dengan dialih fungsikannya garase tersebut, praktis hampir seluruh kendaraan oprasional penangnan bencana BPBD terparkir diluar garase beratapkan langit dan berlataikan tanah.
Kendati demikian, pihaknya mengatakan akan tetap berusaha semaksimal mungkin untuk tetap bisa melaksanakan tugas, terlebih kini hujan mulai turun di sebagian wilayah kabupaten Karangasem yang tentunya potensi terjadi pristiwa seperti pohon tumbang, longsor dan banjir semakin meningkat. ( igs)



