Photo Ilustrasi.
sewa motor matic murah dibali

SINGARAJA, balipuspanews.com — Buleleng untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah Kejuaraan Provinsi Wushu Bali. Perlombaan yang diikuti hingga 680 peserta ini, akan dilaksanakan di GOR Bhuwana Patra Singaraja, pada Minggu (28/4) hingga Selasa (30/4) mendatang.

Wakil Ketua Panitia Kejuaraan Provinsi Wushu Bali, Gede Sedana Anjaya ditemui Jumat (26/4) mengatakan, khusus di Buleleng, jumlah atlet yang diturunkan sebanyak 87 orang. Meski Denpasar menjadi pesaing terberat, namun pria yang juga berproesi sebagai Ketua Harian Pengurus Wushu Buleleng ini optimis, Buleleng mampu meraih juara umum utamanya di kategori Sanda.

Terkait persiapan sarana dan prasarana, telah disiapkan secara matang oleh panitia. Matras yang digunakan saat pertandingan sebut Anjaya, telah disewa di wilayah Tabanan, dengan kualitas terbaik dan lebih tebal. Mengingat pertandingan ini melibatkan fisik, panitia juga telah menyiapkan tim medis, meski hanya bersifat pertolongan pertama. Sebelum pertandingan, para peserta juga wajib menjalani tes kesehatan.

“Kami juga sudah menginformasikan kepada seluruh kabupaten/kota, agar para atlet yang ikut bertarung, wajib mengantongi asuransi. Ini perlombaan kontak fisik sehingga keselamatan sangat diutamakan,” terangnya.

Terkait hadiah, para atlet sebut Anjaya, tidak merebutkan uang. Melainkan medali, yang nantinya dapat digunakan sebagai ajang untuk seleksi menuju kejuaraan nasional Wushi di Pangkal Pinang, pada Juni mendatang.

“Atlet yang mendapatkan medali akan mewakili Bali ke Kejurnas,” ucapnya.

Wushu diakui Anjaya baru mulai berkembang di Bumi Panji Sakti sejak tiga tahun belakangan ini. Padahal, seni bela diri itu telah berada di naungan Koni Buleleng sejal 10 tahun silam. Untuk itu, para pengurus Wushu di Buleleng kian gencar melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah, untuk mengembangkan Wushu dari tingkat SD dan SMP. Sebab, gerakan Wushu menurut Anjaya, harus dipelajari sejak masih usia dini.

“Kami juga masih terkendala dengan jumlah pelatih yang masih sangat minim. Pengurus memang gencar melakukan sosialisasi, namun tindak lanjutnya tidak ada karena kekurangan pelatih. Makanya kami siapkan dulu pelatihnya. Yang sudah kuliah atau kerja kdirekrut kembali untuk kembangkan Wushu di Buleleng ini,” tutupnya.