Buleleng Mulai Antisipasi Bencana Akibat Cuaca Ekstrem

- Advertisement -
- Advertisement -

BULELENG, balipuspanews.com – Cuaca Ekstrem yang melanda Kabupaten Buleleng selama ini memiliki dampak cukup buruk. Hal itu terlihat dari catatan selama tahun 2023 di Kabupaten Buleleng telah terjadi belasan bencana kebakaran hutan dan lahan akibat cuaca panas dan kekeringan. Maka dari itu antisipasi terhadap bencana akibat cuaca ekstrem terus dilakukan.

Penata Penanggulangan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng I Gusti Bagus Rony Ariyana menyebutkan berdasarkan data yang dihimpun tercatat sebanyak 422 bencana terjadi di Buleleng pada tahun 2023. Dimana sebagian bencana yang terjadi seperti ada kekeringan, pohon tumbang, tanah longsor dan kebakaran hutan dan lahan.

“Kami telah menanggulangi bencana kebakaran hutan dan lahan cukup banyak. Sebelumnya pada Juli lalu tercatat kebakaran hutan dan lahan sebanyak 11 kejadian dan itu tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Buleleng yang sangat luas ini,” terangnya.

Bencana kekeringan panjang akibat cuaca ekstrem yang terjadi dalam kurun waktu lama menjadi penyebab utama kebakaran hutan di Buleleng, terlebih akses menuju hutan juga tidak memungkinkan armada truk pemadam untuk mengakses langsung ke titik kebakaran. Sebagai upaya mengantisipasi meluasnya kebakaran hutan, pihaknya telah melakukan langkah-langkah kolaborasi bersama seluruh elemen masyarakat.

BACA :  Validasi 1459 Pemilih TMS, KPU Badung Temukan 44 Pemilih MD Masih Tercatat sebagai Anggota Parpol

“Kami telah melakukan sosialisasi terkait mitigasi bencana kepada masyarakat, utamanya wilayah Buleleng yang masuk dalam kawasan rawan bencana. Respon positif pun kami terima, sehingga nanti jika terjadi kembali kebakaran hutan atau pun bencana lainnya masyarakat sudah siap dalam melakukan tindakan cepat sebagai langkah awal,” ujar dia.

Disisi lain, Kabid Tata Ruang dan Bina Konstruksi Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng Gede Ngurah Dharma Seputra menambahkan selama ini upaya sinergi dengan seluruh pihak sudah dilakukan sebagai langkah mengantisipasi cuaca ekstrem, termasuk kolaborasi bersama BPBD Buleleng.

Berdasarkan data yang diterima, hujan dengan intensitas sedang dan tinggi akan mulai terjadi pada Desember nanti dan puncaknya bulan Januari hingga Februari 2024. Terkait itu, pihaknya secara berkelanjutan melakukan upaya sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan di saluran air atau drainase. Sebagaimana yang diketahui, penyebab utama banjir di Buleleng adalah masalah timbunan sampah pada saluran drainase.

“Kami terus tanamkan kepada masyarakat agar menjaga lingkungan, tidak membuang sampah di saluran air. Memang dampaknya tidak langsung hari ini, tapi nanti ketika masuk musim penghujan itu dipastikan drainase tersumbat dan menyebabkan banjir,” ungkap dia.

BACA :  ‎WNA Asal Iran Dibekuk Usai Tipu Warga Pancasari, Modus Pura-pura Tukar Uang

Selain itu, Dharma juga menyampaikan langkah perubahan akses pun dilakukan khusunya pada saluran irigasi persawahan di Kabupaten Buleleng. Fungsi saluran irigasi dialih fungsikan menjadi saluran drainase, sehingga volume air yang mengalir menjadi lebih besar dan lancar. Ditambahkan, pembangunan sodetan pada drainase yang volume airnya sangat besar ketika hujan deras pun juga dilakukan dengan tujuan air mengalir lebih cepat dan tidak meluap ke jalan.

“Kami berharap ada juga dukungan penuh masyarakat untuk membantu Pemerintah Kabupaten Buleleng khususnya dalam menjaga kebersihan lingkungan, sehingga kemungkinan banjir yang terjadi di musim penghujan dapat diminimalisir,” pungkas dia.

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan 

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular