Bumdes

GIANYAR, balipuspanews.com -Badan Usaha Miliki Desa (BUMDes) yang bergabung menjadi BUMDes Gianyar Aman Sejahtera di awal tahun 2020 ini mulai menggeliat dan menyasar perdagangan umum dan komoditas lokal Gianyar. Hal ini diungkapkan Ketua BUMDes Gianyar, Wayan Sukadana. Dikatakan Sukadana, secara umum seluruh BUMDes yang tergabung sebanyak 50 desa, sudah menjajagi kerjasama dengan perusahaan besar, guna menaruh barang dagangannya di tiap BUMDes.

“Ini baru mulai penjajagan, beberapa produsen sudah menyanggupi, seperti aqua, minyak goreng dan komoditas lain,” jelas Sukadana, Senin (13/1/2020).

Sedangkan untuk komoditas produk pertanian, menurut Sukadana akan diwadahi dalam bentuk perdagangan holding. Selain itu, holding ini akan bekerjasama dengan holding di kabupaten lain di Bali. “Produk-produk unggulan petani Gianyar, sebagian besar sudah memiliki langganan tetap di pertokoan besar, nah untuk menempatkan produk pertanian di BUMDes, ini masih perlu kajian,” jelasnya. Dikatakannya, untuk komoditas sayur dan buah untuk di jual di BUMDes masih harus menghitung kebutuhan yang ada di desa dan melihat kondisi pasar desa.

“Ini kan harus dilihat kondisi pasar desa yang ada, sehingga pasar desa tidak tersaingi,” jelas Sukadana.

Sedangkan holding yang dimaksud adalah penjual produk pertanian, seperti buah dan sayur dijembatani melalui holding BUMDes Gianyar Aman. Sehingga produsen pertanian, bisa mendapatkan hasil penjualan saat menaruh barang, sedangkan dana tersebut dijembatani oleh holding.

“Holding nantinya akan menjembatani pembiayaan, sehingga produsen bisa mendapatkan hasil penjualan secepatnya. Selama ini produsen pertanian baru menikmati hasil penjualan minimal tiga bulan sekali,” terangnya.

Sebelumnya, dari 57 desa yang sudah memiliki BUMDes, sebanyak 50 desa bergabung untuk membentuk BUMDes Gianyar Aman Sejahtera. Masing-masing desa mengeluarkan modal/saham sebesar 50 juta dan mendapat bekerjasa dengan Mitra BUMDes Nasional dengan suntikan dana Rp 550 juta. Dikatakannya lagi, BUMDes yang ada di tiap desa diwajibkan menampung produk-produk local yang memiliki nilai jual.

“Yang jelas produk local harus ditampung di BUMDes, namun produk pertanian ini juga harus berkualitas dan memiliki daya saing,” tuntasnya. (catur/BPN/tim)